Picu Pemotor Jatuh, Jalan Bergelombang Pasca Pembangunan Drainase di Jalan Sunan Kudus

oleh -1,612 kali dibaca
Suasana jalan bergelombang di ruas jalan Sunan Kudus pasca pembangunan drainase di sisi jalan tersebut, Selasa 02/01/2024 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pasca pembangunan drainase atau gorong-gorong berkapasitas besar di sisi ruas Jalan Sunan Kudus bebrapa waktu lalu, kini kondisi jalan di area tak jauh dari Jembatan Kaligelis tersebut kontur permukaannya justru menjadi bergelombang yang menyebabkan sejumlah pengguna jalan sempat mengalami kecelakaan terjatuh akibat kaget saat roda motornya melewati gundukan aspal yang tak begitu terlihat oleh pengendara.

Dari pantauan media ini dilokasi, memang saat ini ada tiga buah water barrier telah ditempatkan pada titik-titik posisi gundukan aspal atau jalan bergelombang yang berpotensi membahayakan di sekitar area lokasi pembangunan drainase hingga pengaspalan di Jalan Sunan Kudus.

Diketahui proyek sepanjang 227 meter dan telah selesai dikerjakan pada 14 Desember 2023 lalu tersebut menelan anggaran hingga Rp 2,6 miliar.

Sebelumnya, Seorang warga Kudus sempat mengadu kepada media ini via aplikasi medsos redaksi, terkait keprihatinananya atas kondisi jalan bergelombang di lokasi tersebut. Terkait tutup gorong-gorong yang menurutnya pecah dan bergelombang, sehingga berpotensi timbulkan kecelakaan dan hal-hal yang tak di inginkan.

Warga setempat, Suntari menceritakan, kondisi jalan yang tidak rata diduga menjadi penyebab salah satu pengendara motor jatuh.

“Kemarin saya sempat melihat sendiri ada pengendara motor perempuan yang terjatuh saat melintas di lokasi, dia dari arah timur ke barat, pengendara perempuan tersebut jatuh saat melewati bagian penutup drainase yang menonjol ke atas. Pas jatuh, kondisinya langsung tidak sadarkan diri. Karena masih mengenakan helm, ada sedikit bagian wajah perempuan itu yang lecet,” kata Suntari kepada awak media, Selasa (02/01/2024).

Menurut Suntari, sering ada keluhan mengenai keadaan jalan yang tidak rata. Sering pula barang yang dibawa menggunakan motor terjatuh saat melewati jalanan yang tidak rata tersebut.

Meski begitu, menurut Suntari saat hujan mengguyur lokasi tersebut, air surut lebih cepat. Tapi untuk kondisi jalan, dikatakannya lebih baik sebelumnya.

“Kondisi jalan lebih bagus sebelumnya, rata. Ini sesudah perbaikan, (bagian) yang diperbaiki saja yang kurang bagus,” ucapnya.

Setelah ada orang yang jatuh, saat ini bagian jalan yang tidak rata diberi pembatas jalan berupa water barrier. Tujuannya, menurut Suntari agar tidak ada pengendara yang jatuh lagi.

Sementara itu, pimpinan pelaksana pembangunan drainase Jalan Sunan Kudus, Supriyana, saat menghubungi media ini mengaku akan segera memperbaiki bagian jalan yang tidak rata.

Ia menjelaskan, pihaknya memahami saat ini kondisi sebagian jalan memang tidak rata, hal itu terjadi karena aspal jalan yang sebetulnya belum layak dilalui karena kondisi aspal masih basah, namun sudah dilewati kendaraan.

Saat itu, Jalan Mayor Basuno yang berada tidak jauh dari Jalan Sunan Kudus juga sedang dalam proses pengasapalan. Karena lalu lintas padat, akhirnya Jalan Sunan Kudus dibuka untuk dilewati.

“Jadi aspal belum mengeras tapi sudah dilewati, sehingga terjadi penurunan (jalan),” katanya.

Untuk saat ini, Supriyana sebagai pelaksana proyek mengatakan bahwa pihaknya akan tetap memperhatikan kondisi jalan tersebut.

“Saat ini pembangunan drainase di Jalan Sunan Kudus masih dalam proses perawatan selama 6 bulan. Dalam 6 bulan, kami akan terus memantau dan melakukan perawatan,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Arief Budi Siswanto saat dihubungi awak media mengatakan akan segera memperbaiki bagian jalan yang rusak.

“Segera akan kami perbaiki dalam waktu dekat,” katanya singkat. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.