Pijar Park Kudus Tempati Peringkat Kelima Revenue Wisata Perhutani, Inovasi Terus Digenjot

oleh -4863 Dilihat
CEO Pijar Park Kudus, Yusuf (tengah) saat menerima penghargaan, (Foto: ist)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Pijar Park Kudus berhasil menempati peringkat kelima dalam daftar destinasi wisata dengan pendapatan tertinggi di lingkungan Perhutani Jawa Tengah pada semester pertama 2026. Capaian tersebut menjadi dorongan bagi pengelola untuk terus mengembangkan inovasi melalui penambahan wahana dan fasilitas demi meningkatkan daya tarik wisata.

Penghargaan tersebut diterima dalam kegiatan Evaluasi Kinerja Ekowisata Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah Semester I yang digelar di Semarang, Selasa (28/7/2026). Atas pencapaian itu, Pijar Park yang berada di bawah pengelolaan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati memperoleh penghargaan Top Ten Revenue Mid Year 2026 dari Perhutani.

Masuknya Pijar Park ke posisi lima besar menempatkan destinasi wisata yang berada di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus tersebut sejajar dengan sejumlah objek wisata unggulan Perhutani lainnya di Jawa Tengah. Di antaranya Goa Terawang dari KPH Blora, Tiangle Sky Telomoyo dari KPH Kedu Utara, Sagara View of Karangbolong dari KPH Kedu Selatan, serta Sibiting Forest Kopi dari KPH Pekalongan Timur.

Sementara itu, posisi berikutnya dalam daftar penghargaan ditempati Pecaron dari KPH Kedu Selatan, Mezzo Beach Club dari KPH Kedu Selatan, Guci Ashafana dari KPH Pekalongan Barat, Guci Forest dari KPH Pekalongan Barat, dan Curug Sikarim dari KPH Kedu Utara.

CEO Pijar Park Kudus, Yusuf, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, keberhasilan masuk lima besar menjadi bukti bahwa Pijar Park mampu bersaing dengan destinasi wisata lain di bawah pengelolaan Perhutani di Jawa Tengah.

“Masuk lima besar se-Jawa Tengah tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada para pengunjung,” ujarnya.

Yusuf menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan berdasarkan capaian pendapatan atau omzet yang diperoleh masing-masing destinasi wisata selama semester pertama tahun 2026. Dengan demikian, penghargaan itu menjadi salah satu indikator keberhasilan pengelolaan wisata dari sisi kinerja usaha.

Meski berhasil meraih prestasi, pihaknya tidak ingin cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut dijadikan sebagai pemacu untuk terus menghadirkan berbagai pembaruan agar Pijar Park tetap menjadi destinasi pilihan masyarakat.

“Penghargaan ini membuat kami semakin semangat untuk terus berinovasi. Kami ingin Pijar Park terus berkembang dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah,” katanya.

Sebagai bentuk pengembangan, pengelola telah menyiapkan sejumlah program menjelang libur akhir tahun. Di antaranya pembangunan wahana baru serta penambahan fasilitas resort guna meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendongkrak jumlah wisatawan.

“Nanti akan ada penambahan wahana, lalu ada penambahan resort juga untuk menyambut libur akhir tahun,” ucapnya.

Saat ini, Pijar Water Park menjadi salah satu wahana favorit pengunjung. Selain itu, Taman Domba Merino, Taman Kelinci, dan area resto juga menjadi titik yang paling ramai dikunjungi. Suasana sejuk di lereng Pegunungan Muria berpadu dengan hamparan hutan pinus menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang.

Tak hanya menawarkan wisata alam, Pijar Park juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti resort berkapasitas 15 kamar, arena bermain anak, wahana ATV, area UMKM, wisata berkuda, odong-odong, hingga restoran. Beragam fasilitas tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Pijar Park sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kudus sekaligus menarik lebih banyak wisatawan, terutama saat musim liburan tiba. (AS/YM)