Pj Gubernur Jateng Kerahkan 12 Kabupaten/Kota Bantu Korban Banjir Karanganyar Demak

oleh -1,428 kali dibaca
Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana saat berkoordinasi dengan para petugas dari kementerian PUPR terkait kondisi banjir di Karanganyar Demak, Sabtu (02/10/2024) (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Banjir yang melanda kawasan Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak yang telah berlangsung hampir sepekan sebagai akibat jebolnya tanggul telah mengakibatkan ratusan rumah terendam dan ribuan warga mengungsi.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dengan menggunakan perahu karet hari ini meninjau langsung lokasi tanggul jebol yang ada di wilayah Kabupaten Demak didampingi oleh Pj Bupati Kudus Muhammad Hasan Chabibie, Bupati Demak Eisti’anah, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV Diponegoro Mayjen TNI Tandyo Budi Revita, hingga Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bob Arthur Lombogia.

Usai menyusuri lokasi dan sejumlah kawasan yang yang tergenang air, Pj Gubernur menyampaikan kepada sejumlah awak media bahwa sejumlah rumah di lokasi tersebut rata terendam air hingga diatas genting setelah air dari Sungai Wulan terus meluap akibat tanggul jebol.

“Tadi ada atap satu kampung tertutup air,” kata Nana selepas meninjau lokasi tanggul jebol dengan menaiki perahu karet bermesin, Sabtu (10/02/2023).

Nana menjelaskan, Sungai Wulan merupakan sungai yang berada di antara Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak. Selain itu, Sungai Wulan juga mendapat aliran air dari sungai-sungai lainnya di sekitarnya.

Ketika hujan deras melanda wilayah Demak, debit Sungai Wulan semakin tinggi menyebabkan dua titik tanggul jebol dengan ukuran panjang 30 meter dan 20 meter.

“Jadi karena itu menyebabkan beberapa rumah, kampung, sawah, dan lainnya terdampak. Ada sekitar 35 desa terdampak, sekitar 18.700 KK atau 71 ribu jiwa terdampak,” terangnya.

Dari semua warga yang terdampak, Pj Gubernur Jateng melanjutkan, 11 ribu diantaranya telah mengungsi. Ada yang di wilayah Demak, ada pula di wilayah Kabupaten Kudus.

“Karena wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Karanganyar, jadi banyak juga yang mengungsi ke Kudus, karena memang lokasinya lebih dekat dan berbatasan dengan Kudus,” ujarnya.

Peristiwa yang terjadi di wilayah Demak, menurut Nana, menjadi keprihatinan Provinsi Jawa Tengah. Setidaknya ada sekitar 12 kabupaten/kota yang ada di Jateng telah diperbantukan untuk bahu-membahu memberikan pertolongan bagi warga yang terdampak banjir. Termasuk sinergitas dengan TNI-Polres Kudus dan Demak, serta Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah.

“Saat ini kami membentuk tim untuk evakuasi, kegiatan evakuasi juga masih kami lakukan, karena ada masyarakat yang belum dievakuasi dan memilih bertahan di tanggul-tanggul maupun rumahnya,” kata Nana.

Selain itu, untuk saat ini, proses penambalan tanggul yang jebol juga telah dilakukan. Kementerian PUPR sudah memasukkan alat berat ke lokasi tanggul jebol untuk segera melakukan penambalan. pun pompa juga disiagakan untuk memompa air dari wilayah warga ke Sungai Wulan.

Di samping itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Demak yang mengungsi di wilayah Kabupaten Kudus, Pj Gubernur Jateng menyerahkan sejumlah bantuan logistik. Bantuan itu diharapkan bisa bermanfaat bagi mereka yang sedang mengungsi.

Di sisi lain, Dirjen SDA Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia menjelaskan meskipun dalam cuaca hujan, prose penambalan tanggul jebol terus dilakukan. Dua titik tanggul Sungai Wulan menjadi fokus utama untuk dilakukan penambalan terlebih dahulu, di samping melakukan penutupan tanggul irigasi lainnya yang juga ikut jebol.

“Kami upayakan juga, genangan di kawasan yang tergenang kita siapkan 12 pompa untuk mengurangi debit air yang keluar dari jebolan tanggul, 5 diantaranya sudah mulai kami operasikan,” ujarnya.

Sejumlah kendala, lanjut Arthur, dihadapi oleh tim yang bertugas menutup tanggul. Salah satunya karena akses menuju lokasi yang cukup sulit, sehingga harus menggunakan excavator amphibious.

Sebab lokasi tanggul yang arus airnya deras, proses penutupan tanggul juga dilakukan dengan hati-hati. Meski begitu, pihaknya terus berpaya agar proses penutupan tanggul bisa segera diselesaikan.

“Kita berusaha secepatnya menutup. Mobilisasi alat seefektif mungkin, tidak terlalu banyak menggunakan alat. Harapannya Senin (12 Februari 2024) harus tertutup,” terangnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.