PLN Jawab Soal Tagihan Listrik Pelanggan Yang Melonjak Selama Masa Pandemi Corona

oleh -193 Dilihat

Kudus, isknews.com – Menanggapi keluhan sejumlah pelanggan listrik di wilayah Kudus dan sekitarnya terkait melonjaknya tagihan listrik mereka. Manajemen PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kudus menjelaskan, bahwa PLN memastikan tak ada kenaikan tarif listrik sejak 2017.

PT PLN (Persero) memastikan tarif dasar listrik seluruh golongan tarif tidak mengalami kenaikan, termasuk rumah tangga daya 900 Volt Ampere (VA) Rumah Tangga Mampu (RTM) dan diatasnya.

Hal itu ditegaskan oleh Mustopa Rizal Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kudus Kota yang didampingi Manager Bagian Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kudus, Irfan Affandi serta staf Kehumasan Nurbowo di Gedung kantor PLN UP3 Kudus Jati Kulon saat menemui sejumlah awak meia terkait keluhan pelanggan tersebut.

Disampaikan oleh Mustopa, mengklarifikasi isu kenaikan tarif yang beredar melalui media sosial, akibat meningkatnya tagihan listrik yang dialami sejumlah pelanggan di masa pandemi corona saat ini dirinya memastikan saat ini tidak ada kenaikan listrik.

“Tarif listrik masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya. Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan,” tuturnya, Selasa (09/06/2020).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang memengaruhi mengapa tagihan listrik pelanggan membengkak. Penyebab pertama yakni, program work from home (WFH) dan belajar dari rumah.

Mustopa Rizal Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kudus Kota (paling kanan) yang didampingi Manager Bagian Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kudus, Irfan Affandi (tengah) serta staf Kehumasan Nurbowo (kiri) (foto: YM)

Dengan adanya kebijakan tersebut, tanpa disadari oleh para pelanggan, penggunaan listrik di rumah pelanggan meningkat.

Dia memperkirakan, adanya kenaikan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga lebih disebabkan oleh meningkatnya penggunaan masyarakat akibat adanya pandemi virus corona yang membuat masyarakat banyak melakukan aktifitas di rumah.

“Perubahan pola aktifitas yang lebih banyak tinggal dirumah itu tanpa disadari telah mengkonsumsi penggunaan energi listrik, yang biasanya bekerja, sekolah, dan melakukan aktivitas lain, sekarang mereka melakukannya di rumah. Jadi tanpa mereka sadari penggunaan listriknya meningkat,” ujarnya.

Lalu menurutnya, imbas lonjakan pemakaian listrik saat Ramadan dan Lebaran kemarin. Menurutnya, biasanya konsumsi penggunaan listrik pelanggan saat puasa jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya.

”Saat Ramadan kan bangun lebih awal, biasanya juga banyak yang begadang saat Ramadan. Jadi artinya penggunaan listrik akan lebih tinggi dari biasanya,” terangnya.

Yang ketiga, yakni penghitungan rata-rata pemakaian beban listrik pelanggan selama tiga bulan.

“Pertumbuhan rumah tangga 12% naik dari hanya 7.8%, sedangkan industri tidak tumbuh bahkan berkurang 2,6%. Jadi secara umum pertumbuhan penggunaan listrik total turun 2.2% dari bulan sebelumnya, tetapi masih bertumbuh dari penggunaan dari tahun lalu yakni sebesar 4.8%,” kata dia.

Ia mencotohkan, saat petugas lapangan tidak melakukan pencatatan door to door PLN melakukan perhitungan rata-rata pemakaian. Semisal, pemakaian rata-rata di tiga bulan terakhir sebesar Rp 100 ribu, maka tagihan selanjutnya akan dibebankan dengan nilai yang sama.

Namun, saat petugas melakukan pencatatan kembali pada bulan Mei, ternyata ada selisih semisal Rp 50 ribu dari perhitungan rata-rata. Jadi kekurangan tagihan sebesar Rp 50 ribu tadi akan dibebankan ditagihan di bulan selanjutnya.

“Sehingga tarif listrik terasa naik signifikan. Padahal memang karena penggunaan pelanggan yang meningkat saat WFH, Ramadan dan selisih bulan sebelumnya,” ucapnya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan melayani jika aduan atau komplain dari masyarakat terkait kenaikan tagihan listrik yang dianggap tidak wajar.

”Kami siap memberikan penjelasan kepada pelanggan dengan menghubungi Contact Center 123 atau datang ke Posko Relaksasi Pengaduan Rekening  dengan membawa foto stand meter yang ada di rumah. Nantinya akan dicocokkan dengan data kami, dan dilakukan pengecekan serta validasi,” tandasnya.

Menurutnya sudah banyak pelanggan yang melakukan klarifikasi ke PLN soal hal tersebut. “Namun rata-rata mereka akhirnya mengerti setelah kami jelaskan dengan sistematis,” tutupnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.