PMK di Kudus Papar 3 Desa, Jangkiti 12 Sapi, 1 Ekor Mati

oleh -872 kali dibaca
Ilustrasi saat petugas Bidang peternakan periksa PMK di pasar hewan Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Setelah sebelmnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengkonfirmasi 8 sapi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Kini penyebaran PMK atau ) yang menyerang hewan ternak di Kudus bertambah menjadi 12 ekor. Bahkan satu ekor sapi dilaporkan mati.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Agus Srtiawan menyatakan, penyebaran PMK pada sapi bertambah menjadi 12 ekor. Tetapi lokasinya masih berada di tiga desa. Yaitu Desa Ternadi, Menawan, dan Karangbener.

Sementara satu ekor sapi dinyatakan telah tewas. Akibat penanganan yang terlambat dan tidak kuat menahan penyakit tersebut.

“Itu lokasinya di Desa Karangbener (Sapi mati, Red) dari enam sapi satu mati dan lima tidak. Kondisinya saat ini kelima sapi itu mengarah ke sembuh,” katanya.

Lebih lanjut, pihak dinas tetap melakukan traking dan antisipasi penyebaran. Sekitar puluhan sapi di Kudus dari laporan dinyatakan sapi sedang sakit. Namun belum bisa dijadikan acuan terkena PMK.

Antisipasi yang dilakukan saat ini adalah mengkontrol kesehatan sapi secara rutin dua hari sekali. Pengecekan dan pemantauan kesehatan pada sapi ini dilakukan hingga 14 hari lamanya.

Dinas pertanian dan pangan memberikan vitamin sekaligus antibiotik pada sapi yang terkena PMK. Maupun sapi yang mengarah ke PMK.

“Sapi dan kandang disemprot disinfektan dicampur dengan cuka. Jadi sapi yang sakit harus diisolasi dari yang lain,” katanya. 

Pada Minggu (29/5) ini, Dinas Pertanian dan Pangan melakukan pengecekan di Pasar Hewan Kudus. Pemantauan hewan ternak yang masuk Kudus diawasi dan diperketat.

Agus menyatakan, pedagang dari daerah rawan PMK sudah tidak masuk ke pasar. Saat ini pasar hanya dipadati oleh pedagang lokal saja.

“Kami memutar balik sapi yang suhunya di atas 40 derajat. Meskipun kondisi kuku dan mulutnya aman, perlu diantisipasi agar tidak menular ke sapi lainnya,” ungkapnya.

Pihaknya meminta peternak di Kudus untuk tidak khawatir terhadap PMK. Sebab tingkat kesembuhan hewan yang terkena PMK relatif tinggi. Hewan ternak yang terkena PMK masih bisa dikomsumsi.

Penyakit mulut dan kuku yang merupakan wabah virus pada hewan ternak ruminansia. Wabah ini menyebabkan penyakit viral yang sangat menular dan menyerang semua hewan berkuku belah/genap seperti sapi, kerbau, domba, kambing.

Penyakit mulut dan kuku (PMK) juga dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) Jenis penyakit ini disebabkan dari virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae.

Tingkat penularan penyakit mulut dan kuku (pmk) cukup tinggi, tetapi tingkat kematian hanya 1-5%.  Sehingga jika ditemukan ternak terlihat lemah, lesu, kaki pincang, air liur berlebihan, tidak mau makan, dan mulut melepuh segera hubungi Dinas pengelola peternakan setempat. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.