PMKM Prima Indonesia Cabang Kudus Kopdar Pertama, Ajang Perkenalan dan Pengenalan Produk

oleh -1,393 kali dibaca
Jajaran pengurus PMKM cabang Kudus saat memberikan sambutan di hadapan anggota saat menggelar kopdar pertamanya, Minggu (17/10/2021). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Gabungan pengusaha mikro kecil dan menengah (PMKM) prima Indonesia merupakan rintisan wadah dari berbagai macam pengusaha yang ada di Kudus. Mereka belum lama ini melakukan kopdar pertamanya di resto Wajan Mas Kudus, Minggu (17/10/2021).

“Hari ini kita kopdar pertama, pengenalan antar anggota dan pengenalan produk, supaya tahu potensi yang ada dan apa yang bisa dikerjakan, bisa saling sharing sesama anggota disini,” kata Wawan lestiyono, perintis gabungan PMKM prima Indonesia, cabang Kudus.

Wawan menyebut, Anggota PMKM prima Indonesia diantaranya dari sektor kerajinan, olahan basah, olahan kering, konveksi dan lain-lain, selain itu nantinya berkelanjutan ada produk dan  jasa.

“Sampai saat ini ada 115 mitra, kebetulan yang baru bergabung kopdar pada kopdar pertama saat ini baru puluhan, karena ada yang berhalangan hadir,” terangnya.

Ditambahkannya, Turut hadir perwakilan PMKM Kabupaten Pati yang sudah dulu ada, mereka merapat dengan tujuan memberikan gambaran secara gamblang bagaimana pelaku usaha berkegiatan dan berproduksi, lebih – lebih bisa mengangkat potensi lokal yang ada.

“Semoga kedepam semakin menambah kesejahteraan anggota, jadi tujuannya kita ke sana semua, UKM bangkit dan bisa menopang kehidupan sehari-hari,” Harapnya.

Sementara masih di tempat yang sama, pembina gabungan PMKM Kudus, Mutrikah mengatakan bahwa PMKM ini diharapkan anggota nya mempunyai semangat baru untuk bergabung, dan endingnya bisa ada kesejahteraan bagi mereka.

“Anggota punya semangat baru berkegiatan, membuka cakrawala pandang yang luas, dengan tujuan akhir kesejahteraan bagi anggota,” kata Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus.

Dari kacamata pariwisata, Mutrikah menangkap ada layanan dari anggota PMKM kepada wisatawan terkait adanya oleh-oleh produk di tempat wisata.

“Kita kembangkan potensi lokal utamanya yang ada, agar memiliki daya tarik wisata yang khas Kudus,” bebernya.

Nantinya, lanjut Mutrikah, bisa kita kemas, menjadi produk wisata yang mempunyai nilai tambah dan daya saing.

Yang kedua, organisasi PMKM jika bergerak bersama, selain di jual secara online di marketplace, kedepan pihaknya berusaha membantu penjualan produknya di event-event pariwisata dan bekerjasama dengan pihak terkait.

“Contohnya jika mereka memiliki produk namun bingung di jual kemana, maka akan kita bantu arahkan, seperti halnya kerjasama dengan himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) Kudus, di mana anggotanya banyak kaum milenial, dengan tujuan bisa mensupport dan bisa membuka portal promosi kedepannya,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :