PR Kecil di LIK : Aktif Setiap Hari, Produksi Berdasarkan Pesanan

oleh
Foto: Sejumlah pekerja PR Sinta, tengah mengerjakan garapan rokok kretek dengan alat penggilingan manual (Foto : Darmanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebanyak sembilan perusahaan rokok (PR) kelas kecil, menempati komplek Lingkungan Industri Kecil (LIK). LIK di Desa Megawon, Kecamatan Jati, dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, di bawah pengelolaan Dinas Tenaga Kerja Peridustrian Koperasi (Nakerperinkop) dan Usaha Kecil Makro (UKM) itu, diperuntukkan bagi Perusahaan Rokok (PR) kelas kecil dengan sistem sewa.

Namun dari sejumlah itu, hanya lima PR yang kegiatan aktivitasnya berlangsung setiap hari, itu pun produksinya hanya kalau ada pesanan. Kelima PR itu adalah, PR Sinta, PR Wadzik Jaya, PR Ghofur Putra Jaya, PR Akbar Febri dan PR Rajan Nabadi.

TRENDING :  SSB POPER Rendeng Barbagi

Faesol, pemilik PR Sinta, membenarkan hal itu, saat dihubungi isknews.com, Kamis (22-03-2018), di ruang kerjanya. Menurut dia, meskipun aktivitas perusahaannya berlangsung setiap hari, namun produksi rokok yang dikerjakan, berdasarkan pesanan. Sehingga kapasitas produksi per hari, tidak bisa ditentukan. “Kami ini perusahaan rokok kelas kecil, bisa aktif dan berproduksi setiap hari, sudah cukup bagus. Itu yang terpenting,”

Karena produksi tidak bisa ditentukan, lanjutnya, jam kerjanya pekerjanya pun juga tidak menentu. Sekarang ini, PR Sinta memiliki sekitar 40 pekerja, mayoritas perempuan. Mereka berkeja atau masuk ke dalam pabrik mulai sekitar pukul 07.30 WIB, sampai garapan yang diberikan oleh perusahaan habis. “Begitu garapan habis, ya pekerja terima upah dan pulang.”

TRENDING :  Jelang Lebaran Juru Parkir Ikut Kebanjiran Rezeki

Hasil produksi PR Sinta itu, kemudian dijual ke pemesan. Jenis produksi berupa rokok kretek cap “Kembang Jambu” itu, dipasarkan melalui jaringan agen atau perseorangan yang mempunyai akses ke pengecer yang menjualnya langsung ke konsumen rokok. “Jumlah rokok yang kami kirim, sesuai pesanan atau permintaan agen. Terbanyak dari luar Kota Kudus,” ujar Faesol.

TRENDING :  Iuran Naik, Peserta Mandiri BPJS Kesehatan di Kudus Ramai-ramai Turun Kelas

Terkait dengan penggunaan pita cukai, PR Sinta membeli langsung ke Kantor Direktorat Jendral (Ditjen) Bea dan Cukai Perwakilan Cabang Kabupaten Kudus, sistemnya bayar di muka. Oleh karena itu, jumlah pita cukai yang dibeli, tergantung kemampuan keuangan perusahaan.

Demikian pula untuk kebutuhan bahan baku rokok, terutama tembakau dan cengkeh, jumlah yang dibeli juga melihat kemampuan keuangan perusahaan. “Untuk kebutuhan tembakau, tidak ada masalah, karena hasil panen baik dan stok di petani cukup banyak.” jelas pemilik PR Sinta itu. (DM/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :