Pria Ditemukan Meninggal di Depan Kudus City Walk, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Tindak Pidana

oleh -1805 Dilihat
Pemeriksaan korban meninggal dunia di berinisial UF (49) yang ditemukan di depan pagar Kudus City Walk. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ISKNEWS.com – Kepolisian memastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa meninggalnya seorang pria yang ditemukan di depan pagar Kudus City Walk, Jalan Lingkar Kudus–Pati, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Kamis (25/6/2026) malam.

Hasil pemeriksaan medis juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban diketahui berinisial UF (49), warga Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Jenazahnya pertama kali ditemukan seorang pedagang angkringan yang berjualan di sekitar lokasi sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat itu, korban terlihat dalam posisi tengkurap di depan pagar kawasan Kudus City Walk.

Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo menjelaskan, saksi yang melihat korban sempat meminta bantuan warga sekitar untuk memastikan kondisinya.

Setelah diperiksa, korban diketahui telah meninggal dunia.

“Setelah dipastikan korban sudah meninggal dunia, para saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian,” ujar AKP Hadi Noor Cahyo, Jumat (26/6/2026).

Menerima laporan tersebut, petugas gabungan dari Polsek Jati, Inafis Polres Kudus, Satlantas Polres Kudus, Puskesmas Jati, Koramil Jati, Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kudus, serta GRI Kudus langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi korban.

Sekitar pukul 19.30 WIB, tim medis dari Puskesmas Jati bersama Inafis Polres Kudus melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya luka maupun tanda kekerasan yang mengarah pada tindak kriminal.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dari Puskesmas Jati bersama Inafis Polres Kudus, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal sekitar satu hingga dua jam sebelum dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Usai proses identifikasi selesai, petugas mengevakuasi jenazah menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk disemayamkan. Proses evakuasi berlangsung lancar dengan pengamanan dari petugas gabungan.

Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit paru-paru atau tuberkulosis (TBC).

Keluarga juga menyampaikan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi terhadap jenazah.

“Keluarga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit paru-paru atau TBC,” jelas AKP Hadi Noor Cahyo.

Berdasarkan seluruh hasil pemeriksaan di lokasi serta keterangan dari pihak keluarga, polisi memastikan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.