Prioritas UMKM Tak Lolos BPUM, Alokasi JPE Kudus Capai Rp 7 Miliar

oleh
Rofiq Fachri, Kepala Bidang Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerperinkopukm) Kabupaten Kudus (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com  –Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Kudus alokasinya  mencapai Rp 7 Miliar. Bantuan ini berasal dari anggaran belanja tidak terduga yang dialokasikan kurang lebih ke 4.666 UMKM.

Kepala Bidang Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerperinkopukm) Kabupaten Kudus, Rofiq Fachri mengatakan bahwa penerima bantuan ini diutamakan adalah para pelaku UMKM yang tidak lolos dalam Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

“Alokasinya itu Rp 7 M untuk 4.666 UMKM yang tidak lolos bantuan presiden sebelumnya. Ini untuk mencover itu. Tapi tidak semuanya, tetap disaring lagi. Karena kita lakukan verifikasi lagi. Syaratnya kurang lebih sama dengan BPUM tapi tidak perlu mengirimkan berkas lagi” jelasnya.

Bagi para pelaku UMKM yang menerima JPE ini akan diberikan dana bantuan sebesar Rp 1,5 juta setiap orangnya. JPE sendiri nantinya akan disalurkan dalam dua tahap. Pada tahap pertama nanti akan diberikan kepada 1500 orang.

Lebih lanjut, Rofiq menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. “Tujuannya untuk memberikan semangat lagi pada UMKM supaya bisa bangkit lagi. Karena banyak pelaku usaha yang terkena dampak. Seperti pelaku usaha di sekitar sekolah dan tempat wisata” katanya.

Saat ini JPE masih dalam proses pengajuan kelengkapan administrasi dan pendataan para pelaku UMKM yang akan menerima bantuan ini. Rofiq mengatakan bahwa Disnakerperinkopukm akan melakukan verifikasi lapangan supaya penerima bantuan ini bisa tepat sasaran.

“Kita siapkan tenaga pendamping lapangan dan ada tenaga pwu (pendamping wirausaha) ke lapangan. Kita verifikasi, karena kalo kita ke lapangan ternyata masyarakat itu sudah pernah mendapat bantuan BPUM itu kita coret” paparnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :