Produk tradisional anyaman bambu Desa Pulorejo perlu di lestarikan.

oleh -1,573 kali dibaca

image

Pati_isknews.com Lintas pati
Apakah anda dirumah masih mengunakan Tampah untuk membersihkan beras atau dalam bahasa jawanya biasa di sebut dengan “NAPENI BERAS”, terus Kalo untuk memeras kelapa agar jadi santan, dan Ekrak yang biasa digunakan saat kita  membersihkan halaman??? Dari semua jenis alat perabotan rumah tangga yang terbuat dari anyaman bambu tersebut mungkin saat ini masih ada yang meminati, namun di tengah kemajuan jaman yang serba tehnologi seperti saat ini, banyak pula yang kuwatir akan produk ketrampilan tangan dari nenek moyang kita akan hilang di telan jaman jika generasi saat ini tidak ada yang mau untuk melestarikan.

Kini isknews.com menjumpai Suwarsih seorang ibu-ibu tua yang mengeluti usahanya sebagai penganyam bambu dari Desa Pulorejo Kecamatan Winong kabupaten Pati. Senin 04/06. Produksi anyaman bambu yang sudah ia geluti sejak tahun 1960 hingga sekarang hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. penjualan anyaman bambu tersebut hanya sebatas partai kecil yang di pasarkan melalui konsumennya kemudian dijual kepasar atau toko-toko grabah yang sudah menjadi langganan.

image

“untuk yang dijual kepasar seperti nampan, tebok, kalo, tampah,kukusan dan ekrak. Dan Harga yang di patok berfariasi tergantung tingkat kesulitan dan kerumitanya” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menambahkan di tengah harga bambu yang semakin naik tak jarang pula alih-alih untung didapatkan, hanya sebatas modal bisa balik saja ia sudah bersukur bahkan jerih payah untuk membuat pun tidak ada hasilnya.

“kalau lagi sepi peminat dengan terpaksa saya jual dagangan saya dengan harga murah, yang penting bisa balik modal agar dapat membuat lagi” terangnya kepada Isknews.com Lintas Pati

Akan tepati di tengah perbicangan yang semakin menarik Suwarsih menceritakan tentang produk anyaman bambu Desa Pulorejo yang di ekspor, misalnya seperti tempat lampu, hiasan rumah, miniatur sepeda, vas bunga, dan masih banyak lagi yang lain. Dan anyaman bambu yang  terkenal di manca negara tersebut namakan “Aji Deling”.

image

lebih lanjut ia juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah supaya produk-produk anyaman bambu bisa lebih di perhatikan, karena menurutnya produk anyaman bambu yang dibuat warga Desa Pulorejo adalah bentuk budaya turun temurun dari orang-orang sebelumnya.

(mg)

KOMENTAR SEDULUR ISK :