Proyek City Walk Kudus Segera Dilelang, Diprediksi Tak Cukup Tampung Seluruh PKL

oleh

Kudus, isknews.com – Rencana kebijakan program City Walk di Kudus yang akan menyasar pada kawasan Jantung Kota tepatnya di Alun-Alun atau Simpang Tujuh ke barat menuju Jalan Sunan Kudus. Dari hitung luasan lahan, proyek tersebut diprediksi tak akan mampu menampung seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di jalur City Walk.

Pasalnya jumlah kebutuhan jalan yang dipakai untuk menampung seluruh pedagang mencapai 420 meter, sedangkan total panjang ruas jalan hanya sepanjang 562 meter dari alun-alun hingga Sungai Gelis.

‎Pedagang baso, Lia Rosa (25) mengharapkan, bisa ikut berjualan di area City Walk tersebut karena mengandalkan penghasilan dari berjualan baso.

Alun-alun kebarat salah satu jalur city walk di Kudus (Foto: YM)

‎”Saya sudah berjualan sekitar tiga tahun di sini, kalau bisa ya saya tetap bisa berjualan,” jelas dia, Selasa (25/2/2020).

TRENDING :  Sandung Kritisi Kebijakan Protokol Kesehatan Yang Berat Sebelah Bagi PKL dan Swalayan

Dia mengharapkan, proyek City Walk yang akan dikerjakan pemerintah itu tidak menyingkirkan pedagang kecil.

Lia juga berencana akan memprotes jika dia tidak mendapatkan tempat di proyek yang menelan anggaran hingga Rp 16,4 miliar tersebut.

“‎Suami saya sudah sering mengikuti rapat bersama pedagang yang lainnya agar ‎bisa mendapatkan tempat,” ujar dia.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kudus akan melelang pengerjaan Proyek City Walk senilai Rp 16,4 miliar pada bulan depan.

Dinas PUPR Kudus bersama dinas terkait lainnya telah menyepakati ‎pembangunan City Walk di Jalan Sunan Kudus sepanjang 562 meter dari alun-alun hingga Sungai Gelis.

Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Apriliana Hidayati‎ menjelaskan, pembangunan City Walk yang telah disepakati di Jalan Sunan Kudus yakni sepanjang 562 meter.

TRENDING :  Kotaku Canangkan 2019 Akan Tangani 8 Desa Kumuh Di Kudus

“Rencananya proyek akan dilelang sekitar bulan Maret atau April 2020 mendatang. Karena kami sekarang masih melakukan revisi-revisi,” jelas dia.

Pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Kudus, terkait penataan PKL yang masih memakai trotoar jalan di sana.

Rencananya sejumlah ‎PKL tersebut akan mendapatkan tempat meski menggunakan tenda semi permanen.

“Nanti mereka akan mendapatkan tempat, nanti dihitung idealnya setiap stan ukuran tendanya berapa,” ujar dia.

Kendati demikian, dia memperkirakan tidak semua pedagang bisa menggunakan ‎jalan di area City Walk tersebut.

Menurutnya, jika banyak PKL yang memakai jalan tersebut justru akan membuat pengguna jalan lainnya tidak nyaman.

“Kalau semua PKL berjualan di sana nanti susah buat pejalan ‎kaki malah tidak nyaman saat melintasinya,” kata dia.

TRENDING :  Berjualan di Trotoar, PKL di Empat Lokasi Ditertibkan

‎Dalam rapat tersebut, diketahui Dinas Perdagangan membutuhkan sekitar 420 meter jalan untuk 105 PKL.

Jumlah itu terbagi untuk PKL Sunan Kudus sebanyak 51 PKL yang membutuhkan 204 meter, sedangkan PKL simpang tujuh sebanyak 54 pedagang membutuhkan 216 meter sehingga totalnya mencapai 420 meter.

“Jika semua pedagang ditampung rasanya sulit, kebutuhan jalannya 420 meter. Berarti hanya tersisa 142 meter saja,” ujar dia.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti, enggan berkomentar banyak terkait penataan PKL pada City Walk tersebut.

“Belum selesai, ini kan masih pembahasan. ‎Nanti jika sudah siap kami akan mengabarkannya,” jelas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :