PT NTI Ajak Pelajar Kelola Sampah Lewat Komposter dan Bioaktivator

oleh -153 kali dibaca

Kudus, isknews.com – PT Nojorono Tobacco International (NTI) bersinergi dengan SMPN 02 Rembang untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah. Kegiatan workshop yang digelar hari Kamis (20/2/2020) ini dikuti 40 siswa-siswi yang sebagian besar pengurus OSIS.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir, T. Sugiyanto selaku Dept. Head of CSR dan training oleh team CSR PT NTI, Evangelia, Agustian Lucky.

T. Sugiyanto berharap, melalui program “Pengelolaan Sampah Pembuatan Komposter dan Bioaktivator”, SMPN 02 Rembang bisa mencapai target sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional 2021. Program tersebut merupakan langkah baru pembiasaan perilaku pemilahan dan kelola sampah dengan Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Pihaknya memberikan dukungan dalam menyambut misi Sekolah Adiwiyata Nasional melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan sampah menjadi produk multi fungsi untuk mendukung pembibitan dan penghijauan di SMPN 02 Rembang. “Konsep edukasi ini dilakukan dengan melibatkan selurus OSIS SMPN 02 dalam praktek pengelolaan sampah yang bijak, serta berkomitmen menjadi mentor untuk generasi SMPN 02 Rembang selanjutnya,” ujarnya.

Dalam menjawabi isu lingkungan dan tantangan ekologis, kata T. Sugiyanto, diperlukan sistem pendidikan untuk menyalurkan potensi pengetahuan keseimbangan lingkungan, yakni melalui pengembangan pendidikan karakter (PPK) Sekolah Adiwiyata.

PT NTI dalam upaya pembentukan perilaku peduli terhadap penerapan program pengembangan Sekolah Adiwiyata untuk mengatasi isu lingkungan, memberikan dukungan edukasi dan wahana komunikasi kepada sekolah sebagai instrumen dasar yang memiliki peran strategis terhadap keseimbangan ekologis berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 02 Rembang, Nur Hasan dalam meneruskan misi Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional mengajak anak-anak terus melakukan pengelolaan sampah organik dalam pembuatan komposter dan bioaktivator, Hal itu sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan sampah di SMPN 02 Rembang.

“Pengomposan nilainya cukup besar, karena pemilahan dan pengelolaan sampah menjadi hal yang sudah harus dibiasakan sejak dini. Pemilahan sampah selama ini sudah aktif dilakukan, proses pembuatan POC (Pupuk Organik Cair) dan bioaktivator menjadi langkah pertama yang dengan antusias anak-anak jalankan dan kami Pendidik akan terus memantau dan mendukung kegiatan pengomposan ini,” tandasnya.

Tahun 2013 silam, SMPN 02 Rembang dalam penerapan perilaku peduli lingkungan, telah mencapai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi. Hal itu mendapat apresiasi Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rembang, Purwadi Samsi.

Ia mengatakan, kegiatan ini untuk membangun kesadaran seluruh warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup sejati. Dalam pencapaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, PT NTI bersinergi dalam pembinaan dan pendampingan terhadap warga sekolah melalui perilaku pengelolaan sampah yang bijak serta system 3R.

Pasalnya, Sampah daun dan sayur serta limbah organik sehari – hari dapat diolah untuk menghasilkan produk serba guna dalam mengatasi masalah sampah yang lebih besar. “Budaya ini jangan hanya berhenti pada Program Sekolah Adiwiyata saja, tetapi sebagai warga SMPN 02 harus mampu melestarikan perilaku peduli lingkungan untuk generasi seterusnya,” pesannya. (AJ/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :