PT Soloroda Rugi Bukan Akibat Demo Tapi Buruknya manajemen Perusahaan

oleh

Kudus, isknews.com – Menjawab ancaman kuasa hukum PT SIP yang akan menggugat para pekerja akibat gelombang demo sehingga mengakibatkan perusahaan rugi belasan miliar Rupiah, Daru Handoyo SH, kuasa hukum para pekerja  PT. Soloroda Indah Plastik yang pabriknya berada di Desa Terban Jekulo Kudus, kini di tutup, mengatakan, PT SIP rugi bukan karena adanya demo-demo pekerja.

“Demo para pekerja itu terjadi pada 11 Oktober 2017, akibat sebanyak 320 pekerja di rumahkan oleh perusahaan namun tidak di berikan uang tunggu sesuai peraturan perundang-undangan ketenaga kerjaan,” kata Daru.

Penutupan perusahaan mengaku rugi lebih dari Rp 17 M  karena alasan rugi harus di buktikan dengan hasil audit yang di lakukan oleh akuntan publik.

“Audit tidak dilakukan karena khawatir adanya dugaan penggelapan pajak yang di lakukan oleh PT Soloroda dan PT Kasih Sumber Rejeki, dimana keduanya adalah pemiliknya sama M. Toha,” ujar Daru saat di temui di kediamannya, Selasa (02/04/2019).

TRENDING :  GRATISS, Kunjungi Stan Job Fair di Kudus Expo Selama 27 - 30 Oktober 2016

Demo pekerja bukan di larang oleh undang-undang,  sepanjang karyawan merasakan ada hak yang tidak dipenuhi oleh perusahaan maka karyawan bisa melakukan unjuk rasa.

“Jangan kambing hitamkan pekerja, dengan mengkalim perusahaan rugi akibat demo,  yang benar manajemen perusahaan itu buruk, bahkan hutangnya di sejumlah Bank  seperti BCA sebanyak 15 M dan HSBC sebesar 85 M pun kini macet, kami sebagai kuasa hk pekerja akan bongkar semua prbuatan yg dilakukan (korporasi) sehingga  merugikan negara,” ungkapnya.

Dalam sidang Pengadilan Hubungan Industrial   (PHI) yang sedang berlangsung di Semarang terkait gugatan karyawan terhadap PT SIP, Saksi Tergugat sempat menghadirkan 2 orang saksi Edi Pramono yang merupakan direktur PT SIP dan Hermanto, Kabag produksi.

TRENDING :  Daru Handoyo : PT Soloroda Tidak Punya Itikad Baik

“Pada intinya keduanya menerangkan bahwa perusahaan tutup karena merugi, akan tetapi dalam sidang trkait rugi tersebut tidak dapat membuktikan hasil Audit keuangan perusahaan oleh Akuntan Publik sebagaimana di atur dalam undang-undang,” ulasnya.

Ditambahkan oleh Daru, perusahaan pernah minta  audit oleh Akuntan publik, namun dalam sidang terungkap bahwa di dalam lokasi perush PT Soloroda ada 2 perusahaan  yaitu PT.Soloroda  yang berdiri pada tahun 1992 dan Kasih sumber Rejeki yang berdiri  pada tahun 2012 dengan produk sejenis.

“Kami mengetahui bahwa, aset PT.Soloroda dijaminkan hutang oleh PT Sumber Rejeki di Bank HSBC dan BCA.  Kedua Perush tersebut milik M.Toha sebagai Komisaris Perseroan (PT), hal ini sebagaimana surat bukti yang muncul pada sidang yaitu akta-akta Persero yg dibuat Notaris M.Syamsubanar, SH Kds,” tandas Daru Handoyo.

Seperti di tayangkan di media ini sebelumnya, kuasa hukum PT SIP Suharno, SH berencana menggugat sejumlah karyawannya, karena dianggap sebagai pihak yang diyakini menjadi sumber penyebab bangkrutnya perusahaan plastik tersebut.

TRENDING :  Pekerja Migran Kudus, “KTKLN Hanya Menambah Berat Beaya Perjalanan Kami”
Kuasa hukum karyawan, Daru Handoyo (berdasi) bersama sejumlah mantan karyawan PT SIP dan serikat pekerja serta staf Dinas Tenaga Kerja saat mengikuti Sidang PHI di Semarang (foto: istimewa)

Seperti di beritakan media ini sebelumnya, perusahaan menggugat sebagai jawaban atas sengketa yang meruncing antara perusahaan dengan ratusan eks karyawan plastik itu, dan salah satu pihak yang bakal digugat itu adalah M.Fauzi, mantan direktur PT SIP.

Menurutnya selama dipercaya perusahaan sebagai direktur, M. Fauzi ini kerap mengeluarkan kebijakan kebijakan kontroversial yang merugikan karyawan yang akhirnya memancing ketidakpuasan karyawan hingga melahirkan gelombang demo berkepanjangan bahkan menurutnya  M.Fauzi rupanya justru menunggangi demo para karyawan untuk kepentingan pribadi.

Sehingga ,Suharno mencatat, tak kurang dari Rp17,6 miliar kerugian yang diderita PT SIP akibat gelombang demo para karyawan dan pembatalan pemesanan dari klien. Celakanya, ketika perusahaan bangkrut, justru mantan direktur PT SIP itu berada di barisan terdepan sebagai penggugat PT SIP. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :