Puluhan Petani Tebu Datangi PG Trangkil, Tuntut Lunasi Hasil Panen Tebu

oleh -1,056 kali dibaca

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Wartawan yang hendak melakukan peliputan puluhan petani tebu untuk menuntut hak pembayaran tebu terkesan dihalang-halangi oleh pihak PG. Trangkil. “Mereka beralasan pelarangan tersebut adalah perintah dari atasan mereka.” Ujar beberapa petugas.

Padahal awak media sudah mengikuti prosedur yang ditetapkan pihak PG Trangkil mulai mengisi daftar tamu serta menyerahkan identitas.

Adanya peristiwa tersebut membuat para awak media harus bersabar menunggu di ruang resepsionis untuk menunggu kejelasan informasi yang diberikan pihak PG Trangkil untuk bisa mengambil gambar di ruang audensi atau tidak.

Setelah dilakukan beberapa kali negosiasi antara pihak PG Trangkil dengan awak media, keputusan akhirnya wartawan tidak diperbolehkan untuk masuk dalam ruang audensi dan diberikan kesempatan menunggu sampai selesai acara yang kemudian akan janjikan diberi pers rilis hasil dari pada acara audensi tersebut.

Sementara, puluhan petani tebu datangi PG Trangkil untuk menuntut Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) untuk melunasi hasil panen tebu yang sudah digiling.

Sesampainya di PG. Trangkil para petani ini pun digiring untuk mengikuti audiensi yang difasilitasi oleh PG. Trangkil. Tetapi dalam audiensi tersebut para petani belum puas karna hanya diberikan janji pelunasan saja.

Salah seorang petani tebu Mulyadi megatakan, kekesalan para petani terhadap APTRI memuncak karna pembayaran tebu tidak kunjung diberikan. Selain itu mereka menilai juga ada permainan harga yang dilakukan oleh APTRI.

“Sudah berminggu-minggu pembayaran telat diberikan, padahal kita juga butuh untuk mengolah kembali lahan kami. Maka itu kita kesini untuk meminta kejelasannya,” ungkapnya ketika ditemui sebelum audiensi.

Mulyadi menambahkan, harga tebu pun turun drastis. APTRI dan Pabrik beralasan harga tersebut sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Setiap tahun harga tebu terus turun, ini seperti ada permainan yang dilakukan oleh oknum,” pungkasnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.