Puluhan Ribu Lansia di Kudus Target Terima Vaksin Covid-19

oleh -2.076 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, dr Andini Aridewi mengatakan, Target program vaksinasi Covid-19 selanjutnya setelah tenaga medis, tokoh agama, dan PNS, pihaknya akan memprioritaskan vaksinasi bagi lanjut usia di Kabupaten Kudus.

Sebelumnya, vaksinasi bagi lansia hanya diprioritaskan untuk ibukota provinsi. Namun saat ini kabupaten kota yang lainnya juga diminta untuk melaksanakan vaksinasi kepada lansia. “‎Untuk Lansia bisa nanti diprioritaskan,” ujar Andini, Selasa, 2 Maret 2021.

Kelompok prioritas penerima vaksin tahap berikutnya merupakan kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi, sehingga sangat rentan tertular dan menularkan virus Covid-19.

“Kelompok penerima vaksin Covid-19 tahap selanjutnya di antaranya adalah Petugas Pelayanan Publik termasuk pedagang pasar, guru, petugas transportasi publik dan lain-lain, serta juga kelompok masyarakat lanjut usia (60 tahun ke atas). Khusus pelaksanaan vaksinasi kepada Lansia dengan sistem jemput bola,” terangntya.

Sama seperti target vaksinasi sebelumnya, para lansia nantinya juga akan mendapat suntikan vaksin Sinovac sebanyak dua kali. Bedanya, jeda waktu pemberian vaksin pertama dan kedua yakni 28 hari.

Saat ini, kata dia,‎ prosentase vaksinasi yang sudah dilakukan Pemkab Kudus sudah mencapai 10,26 persen. Jumlah itu sudah sesuai dari distribusi vaksin secara nasional sebesar 10 persen.

“Secara nasional distribusi vaksin baru ada 10 persen, sedangkan pencapaian vaksinasi di Kudus sudah mencapai 10,26 persen‎. Jadi angkanya sudah sesuai dengan distribusi vaksin,” ujarnya.

Dia menargetkan, vaksinasi Covid-19 bagi petugas publik bisa selesai di bulan Maret 2021 ini. “Petugas publik targetnya selesai bulan ini, untuk Lansia selesai targetnya di bulan Juni,” jelas dia.

Diketahui, jumlah sasaran vaksinasi untuk tahap satu dan dua mencapai 127.053 orang yang terdiri dari Lansia sebanyak 68.901 orang, 52.650 orang petugas publik dan 5.502 tenaga kesehatan.

“Tahap satu sudah kami laksanakan untuk tenaga kesehatan. Sedangkan tahap dua ini kami prioritaskan petugas publik yang sasarannya 4.500 orang,” ujar dia.

Saat ini, kata dia, progres penyuntikan vaksin bagi petugas publik itu sudah mencapai sebanyak 4.326 orang. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :