Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Puluhan perempuan warga lokalisasi Lorong Indah (LI) dan Kampung Baru, Kecamatan Margorejo, Pati berlomba menghafal teks pancasila dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-72, di komplek lokalisasi LI, Senin (14/08/2017) siang.
Kurang lebih ada sebanyak 20 warga lokalisasi yang turut menyemarakkan lomba tersebut. Hanya saja, sejumlah peserta masih mengalami kesulitan dalam menyanyikan lagu kebangsaan dan menghafal teks Pancasila.
“Saya estimisasi dari 20 peserta kurang lebih, ini sudah ada 14 peserta yang maju dan baru lima peserta saja, yang hafal Pancasila dan lancar menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,” ungkap Dosen Psikologi STAIN Kudus, Fatma Laili yang turut dalam kegiatan tersebut.

Terkait nasionalisme, lanjut dia, lokalisasi merupakan salah satu indikator cinta tanah air anak bangsa meliputi, lagu Indonesia Raya, teks pancasila dan naskah proklamasi. Sayangnya, saat ini terjadi penurunan nasionalisme terlihat dari banyaknya peserta di lokalisasi yang tidak bisa lancar menghafal.
“Terkait nasionalisme mereka indikatornya kan disini. Lagu Indonesia Raya, teks Pancasila, naskah Proklamasi dan semua yang berhubungan dengan bangsa adalah identitas kita. Tetapi, yang menjadi identitas diri itu mengalami degradasi, kita bisa katakan daruratnya nasionalisme,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Gusdurian Pati Edi Siswanto mengatakan, lomba ini penting dilangsungkan tak terkecuali kaum yang terpinggirkan seperti warga lokalisasi. Biar bagaimanapun, mereka merupakan anak bangsa yang juga berhak mencintai NKRI.
“Lomba menghafal Pancasila dan menyanyikan Pancasila. Kami laksanakan pada anak bangsa, karena kaum marginal pun adalah bangsa Indonesia. Tentunya kita ajak untuk berbuat cinta tanah air dan bangsanya,” paparnya.
Imbuhnya, tidak kurang dari 200 perempuan warga lokalisasi yang dibina Gusdurian Pati agar bisa keluar dari tempat prostitusi tersebut. Secara rutin organisasi ini, membuat pelatihan kerajinan kepada para penghuni lokalisasi agar dapat kembali ke masyarakat.
“Tujuan dari Gusdurian hanya itu. Kami bikinkan pelatihan-pelatihan supaya ada bekal untuk keluar dari sini. Sementara, nasionalisme yang kita terapkan di Lorong Indah ini untuk anak-anak agar cinta tanah air,” sebutnya.
Bersamaan, Danramil Margorejo, Sriyanto mengungkapkan, Pancasila ini bisa mendasari kehidupan masing-masing orang di masyarakat, yaitu cinta sesama manusia. Tidak hanya itu, secara pasti Pancasila bertujuan kepada hal-hal yang baik, sehingga dalam kehidupan dimasyarakat bisa damai tentram dan bahagia tentunya dalam hal ini adalah kebahagiaan untuk mendasari tingkat jiwa nasionalisme.
“Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Kami perwakilan TNI mendukung sekali kegiatan warga di Lorong Indah ini, untuk melaksanakan lomba tersebut. Kami terima kasih pada Gusdurian, semoga di tahun depan kegiatan positif ini akan terus ada,” tandasnya. (Wr)










