Ramaikan Pasar Ekspor, Nojorono Kudus Bidik Pasar Asia

oleh -252 kali dibaca

isknews.comPT Nojorono Tobacco International, kerap disapa Nojorono Kudus, dikenal sebagai salah satu perusahaan di bidang IHT yang saat ini menduduki posisi kelima terbesar di Indonesia. Pada Selasa (13/7/2021), Nojorono Kudus perdana melakukan ekspor produknya. Itikad ekspor merupakan wujud sambutan baik Nojorono Kudus terhadap himbauan kebijakan pemerintah. Seperti dilansir beberapa media, Menkeu, Sri Mulyani Indrawati mendorong produsen sigaret untuk mulai menggiatkan ekspor produknya. 

Selain sebagai respon terhadap kebijakan pemerintah,  rencana ekspor juga merupakan salah satu langkah lanjutan Nojorono Kudus menyikapi situasi pandemi. Langkah strategis diputuskan guna menyiasati keberlangsungan perguliran roda bisnis serta kesejahteraan pekerja.

Stefanus JJ Batihalim, President Director PT Nojorono Tobacco International memaparkan rencana ekspor, “Tahun lalu di saat banyak perusahaan merumahkan pekerjanya akibat pandemi, kami berupaya keras menjamin keberlangsungan lapangan kerja dan roda perekonomian, dengan melahirkan produk baru. Tahun ini, kami lanjutkan strategi bisnis perusahaan dengan memperluas jangkauan pasar melalui ekspor. Kebijakan strategis tentunya  tidak hanya menjadi solusi bisnis bagi perusahaan, namun harus berdampak baik bagi para pekerja”  

Dikatakan Stefanus, Kebijakan ekspor ditempuh dengan melihat besarnya potensi pangsa pasar konsumen di mancanegara serta sebagai salah satu upaya menyiasati kenaikan tarif CHT tahun ini yang mencapai angka rata -rata 12,5%.

Arief Goenadibrata, Managing Director PT Nojorono Tobacco International mengemukakan,”Kenaikan CHT  berakibat pada kenaikan harga yang menekan daya beli masyarakat. Kami berinisiatif mengambil langkah strategis dengan memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara yang dinilai memiliki potensi besar. Tahap awal dimulai dengan membidik pasar Asia, khususnya konsumen Indonesia yang tinggal disana. Namun, tidak menutup peluang untuk perluasan ke negara lainnya di masa mendatang

Sigaret kretek, lanjut Arief, menjadi salah satu identitas khas Indonesia dan saat ini hanya diproduksi oleh produsen sigaret Indonesia. Produk ekspor perdana PT Nojorono Tobacco International jatuh pada kategori Sigaret Kretek Mesin Mild (SKMM); Clas Mild. Produk sigaret LTLN (Low Tar Low Nicotine) unggulan yang diluncurkan perdana pada tahun 2003 ini, sempat menduduki peringkat kedua penjualan terbaik kategori SKMM dalam kurun waktu yang singkat.

Mengenai pilihan produk eskpor, Arief menjelaskan bahwa konsistensi Nojorono Kudus dalam prosedur pemilihan dan penggunaan bahan baku terbaik di setiap produknya, melandasi pertimbangan kuat dalam kebijakan ekspor.“Keseimbangan kualitas dan cita rasa yang memenuhi standar higienis dan freshness of product, selalu menjadi prioritas utama kami. Clas Mild merupakan produk sigaret kretek, yang sejak awal diluncurkan memenuhi standar kualitas ekspor. Besar harapan kami, produk ini diterima dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia yang rindu cita rasa khas tanah air”, tuturnya.

Sementara Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai II Bea Cukai Kudus Agus Saptari memberikan apresiasi dan sambutan baik terhadap ekspor perdana Nojorono,“Keberhasilan ekspor perlu diapresiasi, selain menambah devisa juga menjadi prestasi sejalan dengan program pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Sebagai institusi pemerintah yang diamanahi tugas dan fungsi di bidang cukai, Bea Cukai Kudus siap menjadi mitra kerja Nojorono. Berkomitmen dan bertekad kuat memberikan layanan prima dan memuaskan, bersih dari korupsi dan segala pungutan, Selamat atas pelaksanaan ekspor perdana untuk Nojorono, harapannya ekspor diperluas untuk negara lainnya.” terang Agus. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :