Rapat Kerja Kepala Desa, Bupati Kudus Tekankan Efisiensi Anggaran dan Kesiapsiagaan Bencana

oleh -115 Dilihat
rapat kerja bersama para kepala desa di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Selasa (13/10/2026). (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Provinsi Jawa Tengah memprediksi musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Jawa Tengah mulai berlangsung pada November dan Desember 2026.

Menghadapi perubahan musim tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak seluruh kepala desa memperkuat sinergi, menentukan prioritas pembangunan, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Pesan tersebut disampaikan Sam’ani saat rapat kerja bersama para kepala desa di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini menjadi agenda kedua setelah sebelumnya digelar di Desa Gribig, Kecamatan Gebog.

“Intinya saya adalah silaturahmi dan komunikasi. Mari kita bersama-sama membangun daerah dan masyarakat,” ujar Sam’ani.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran harus disikapi dengan pengelolaan keuangan yang cermat.

Kegiatan yang tidak mendesak, seperti perjalanan dinas dan studi banding, perlu dibatasi agar anggaran lebih terfokus pada kebutuhan prioritas masyarakat.

Sam’ani juga meminta kepala desa berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus untuk mengantisipasi kebakaran saat musim kemarau serta banjir ketika musim hujan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan pihaknya telah menyiapkan empat langkah untuk menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai November 2026.

Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan personel, peralatan, dan koordinasi penanganan bencana berjalan optimal.

”Langkah awal yang kami lakukan adalah menggelar rapat koordinasi. Selanjutnya, kami menyiapkan surat siaga bencana musim penghujan, apel kebencanaan serta memastikan sarana dan prasarana pendukung dalam kondisi siap,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

Eko menegaskan, surat yang disiapkan berkaitan dengan siaga bencana musim penghujan, bukan penetapan status siaga darurat bencana.

Selain menyiapkan sarana dan prasarana, BPBD juga mengatur petugas piket serta menyiapkan personel untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan apabila terjadi bencana.

Menurutnya, pemetaan wilayah rawan bencana juga menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi musim hujan, terutama untuk mengenali kawasan yang berpotensi terdampak banjir.

Upaya pengurangan risiko turut dilakukan melalui penanganan aliran sungai, seperti pengerukan, perbaikan aliran air, hingga pembangunan bendung pengendali air dengan melibatkan masyarakat, pemerintah desa, dan instansi teknis terkait.

Eko mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar aliran sungai tidak tersumbat.

Meski berbagai persiapan telah dilakukan, potensi genangan dan banjir tetap perlu diantisipasi berdasarkan pengalaman musim hujan sebelumnya.

Di sisi lain, Sam’ani mengingatkan kepala desa agar segera menuntaskan laporan pertanggungjawaban sesuai ketentuan dan mulai mempersiapkan kebutuhan pemilihan kepala desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada 2027.

“Laporan-laporan pertanggungjawaban segera dilakukan. Jangan sampai nanti sudah masuk Januari, baru muncul berbagai persoalan,” tegasnya.

Melalui rapat kerja tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap sinergi antarpemerintahan tetap terjaga. Dengan demikian, pembangunan desa, pemeliharaan jalan, pengelolaan sampah, penguatan ketahanan pangan, serta kesiapsiagaan bencana dapat terus berjalan di tengah keterbatasan anggaran. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.