Ratusan Karyawan Omah Mode Pertanyakan Nasib Mereka

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Ekseskusi tanah dan bangunan yang ditempati Omah Mode Factory Outlet & Resto, di Jalan Ahmad Yani Kudus menyisakan berbagai permasalahan. Salah satunya adalah nasib karyawan yang jumlahnya mencapai 110 orang.

Sala seorang karyawan Totok mempertanyakan nasibnya kepada pemilik. Sebab, hingga kini belum ada kejelasan apalagi hingga hari H eksekusi sang majikan belim menampakkan batang hidungnya di depan para karyawan.

“Kami di sini kebingungan dengan waktu eksekusi yang mendadak. Masih punya banyak tanggungan, bayar sekolah anak, mikir buat makan, dan lain sebagainya didapat dari man?,” ungkapnya bingung.

TRENDING :  Peresmian GKKK : Daun Tembakau Dengan 59 Jari Artinya Rukun Islam Dan Walisongo

Diakatakannya, pemberitahuan eksekusi dari PN Kudus diterima Sabtu, 13 Mei 2017. Selama itu, dia dan ratusan karyawan lainnya seolah digantung nasibnya tanpa ada kejelasan dari pemilik.

“Kami tidak peduli dengan siapa pemilik baru. Yang penting nantinya pemilik baru dapat mengakomodir kami lagi, untuk bekerja lagi di sini,” ujarnya.

TRENDING :  Kalah di Mahkamah Agung, Juru Sita PN Kudus Eksekusi Sebidang Rumah di Demaan

Seharusnya, lanjut Totok, eksekusi yang dilakukan PN Kudus juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Setidaknya, diberitahukan jauh-jauh hari, sehingga dapat mencari pekerjaan lain. “Kami hanya bisa berdoa setiap hari sejak diberitahukan akan ada eksekusi. Namun, hari ini kenyataannya eksekusi tetap dilaksanakan, dan nasib kami semakin tidak jelas,” imbuhnya.

Sebelumnya, sudah dilakukan mediasi antara wakil dari Omah Mode dengan kuasa hukum pemohon. Namun, upaya negosiasi yang berlangsung hampir dua jam tersebut tidak membuahkan hasil yang menggembirakan bagi karyawan. Kuasa hukum pemohon tetap bersikeras eksekusi tetap dilakukan pada hari itu juga.

TRENDING :  Bupati Tinjau Pengungsi Banjir : Saya Perintahkan Senin, Pemkab Siapkan Truk Untuk Angkut Anak Sekolah

Pengacara pemohon, Victor Rahardjo mengatakan, sebenarnya pemberitahuan sudah dilakukan jauh hari. Yakni sejak November 2016 atau enam bulan yang lalu. Apabila ada protes dari karyawan, itu murni kesalahan pemilik yang memberitahukan kondisi perusahaan yang sebenarnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.