Ratusan Pendaftar Persiku Junior Mulai Diseleksi

oleh -461 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Ratusan Pendaftar Persiku Junior musim ini mulai diseleksi. Seleksi yang dilakukan di lapangan kongsi Desa Loram wetan Kecamatan Jati itu sengaja dilakukan beberapa kloter karena mengingat banyaknya pendaftar.

“Total pendaftar ada 200-an pendaftar terbagi beberapa kloter, sedangkan hari ini ada sekitar 70an yang di seleksi, dan akan berlangsung dalam pekan ini,” kata Manajer Persiku Kudus Junior, Ade Roni Saputra kepada awak media, Selasa (12/10/2021) sore.

Ade menyebut ada beberapa kriteria pendaftar, salah satunya pendaftar kelahiran 2004-2005, Soal teknis ada di wewenang pelatih, tapi kemungkinan maksimal 30 pemain,

Untuk pendaftar kebanyakan masyarakat lokal kudus, sisanya sekitar Kudus, “Selain dari Kudus, pendaftaran ada yang dari luar kota, sekitar pantura timur,” ujarnya.

Target kita bener-benar bisa menemukan pemain yang mumpuni, karena dari manajemen memasang target ke pelatih dari tahun 2019 bisa ke runner up Jateng, dan tahun ini berharapnya bisa lebih berprestasi maksimal bisa juara suratin.

Sementara sampai saat ini, Asprov belum membuka pendaftaran, Ia menyebut dimungkinkan bulan November dan kompetisinya akhir November setelah liga tiga.

“Tahun ini kami ingin juara minimal di Jawa Tengah, Mengingat dulu (2017) bisa sampai di delapan besar nasional, dan 2019 lalu bisa runner-up Jawa Tengah,” katanya.

Sejauh ini Pemkab tetap mendukung, karena persiku junior merupakan kewenangan Pemkab melalui KONI Kudus.

Menurut Ade, pemain lokal Kota Kretek lebih dioptimalkan untuk ajang kompetisi, sesuai pesan dari Bupati Kudus. Pihaknya juga memprediksi bahwa pada pekan ketiga bulan Oktober 2021 kerangka tim sudah terbentuk. Persiku Junior dalam seleksi kali ini mencari 25 hingga 30 pemain berbakat untuk ikut berlaga di ajang Piala Soeratin 2021 Jawa Tengah.

“Dari Asprov menyebutkan untuk tim bisa sampai 35 pemain, tapi ini akan kami sesuaikan. Rencananya 25 sampai 30 orang pemain untuk memaksimalkan latihan,” jelasnya.

Sedangkan untuk rencana anggaran, lanjut Ade, sebesar sebesar Rp 350 juta yang dimulai dari seleksi, pra kompetisi hingga kompetisi.

“Saat ini masih pakai uang pribadi, namun selaku manajer saya tidak menunggu anggaran turun, melainkan fokus ke prestasi dahulu, karena jika menunggu anggaran turun maka kesiapan mepet dan  program tidak jalan,” bebernya.

Sementara Tim seleksi yang juga Pelatih Kepala di Persiku Junior, Widhoro Heriyanto mengatakan bahwa animo peserta pendaftar persiku junior cukup tinggi, 200 orang kita bagi 2 sesi, kita seleksi , insyaAllah ada beberapa pemain yang akan kita rekrut, sekitar 25 – 30 pemain, memaksimalkan anak lokal kudus, dan tidak menutup kemungkinan bisa merekrut anak yang lain.

“Selain mendaftar dari online juga ada yang langsung (offline). Mereka (pemain lokal) dari Kudus sekitar 80 persen. Yang dicari dari mental punya karakter, disamping skill dan teknik, juga mental bagus, paling tidak itu sudah satu paket. “Karena di junior mental teknik dan skill sudah terdidik maka akan lebih siap jika mau ke Persiku Senior,” terangnya.

Sementara Ketua Askab PSSI Kudus, Daniel Budi Sampoerna melihat seleksi kali ini bagus, karena Ia menilai mereka (adik-adik) dari kecil sudah latihan bersama di diklat putra kudus maupun dari SSB yang lain. “Terlihat dari kekompakan mereka di apangan,” paparnya.

“Harapannya adik-adik di persiku junior sebagai mimpi, beberapa tahun yang akan datang bisa memperkuat Persiku Kudus,” ungkapnya.

Terkait masalah anggaran, kita lebih mendorong persiku junior untuk bisa memanage klub sebaik mungkin, “Karena bagaimanapun saat ini, refocusing anggaran di Kudus tidak hanya di persiku saja, jadi kita bisa manfaatkan dari sponsor atau yang lainnya,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :