Ratusan Pesilat Muda Berlaga di Kudus, PB IPSI Siapkan Regenerasi Menuju Level Dunia

oleh -481 Dilihat
Agung Nugroho, anggota Lembaga Wasit Juri Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), saat konferensi pers di Kudus, Jumat (17/10/2025) siang. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Ratusan pesilat muda dari berbagai provinsi tengah beradu kemampuan di ajang PON Bela Diri Kudus 2025. Melalui kompetisi ini, Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menyiapkan langkah besar untuk mencetak generasi baru pesilat Indonesia yang siap bersaing di level dunia.

Sebanyak 271 atlet dari 34 provinsi ambil bagian dalam cabang olahraga pencak silat yang menjadi salah satu magnet utama dalam PON Bela Diri 2025 di Kudus. Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan bahwa olahraga bela diri asli Indonesia ini kian berkembang dan merata di seluruh Tanah Air.

Anggota Lembaga Wasit Juri PB IPSI, Agung Nugroho, menyampaikan bahwa ajang ini menjadi bagian dari proses regenerasi atlet nasional. “Pencak silat diikuti oleh 34 provinsi dengan total peserta mencapai 271 atlet. Kami mempertandingkan 16 kelas, dan setiap kontingen maksimal boleh mengikutsertakan 10 kelas,” jelas Agung saat konferensi pers di Kudus, Jumat (17/10/2025) siang.

Ia menuturkan, beberapa kelas seperti A, B, C, dan D menjadi yang paling ramai diikuti, dengan jumlah peserta mencapai 30 hingga 34 atlet per kelas. Sementara itu, kelas berat seperti F, G, dan H pesertanya lebih sedikit karena tidak semua daerah memiliki atlet dengan kategori berat tersebut.

Menurut Agung, perkembangan pencak silat kini semakin merata. “Daerah-daerah seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali kini punya banyak atlet bagus. Memang Pulau Jawa masih dominan karena event-nya lebih banyak, tapi luar Jawa juga sudah berkembang pesat,” ujarnya.

Namun, Agung mengakui masih ada beberapa provinsi baru di wilayah timur seperti Papua Pegunungan yang belum bisa mengirimkan atlet karena keterbatasan dana dan infrastruktur olahraga.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa pertandingan kali ini diarahkan untuk menjaring atlet muda berusia 17–23 tahun yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. “PB IPSI memang ingin mencari atlet-atlet baru untuk regenerasi. Mereka belum di level multi-event, tapi punya potensi besar untuk disiapkan menuju kejuaraan internasional seperti di Abu Dhabi atau Bafren,” katanya.

Dari sisi kemampuan, Agung menilai para pesilat muda tersebut sudah menunjukkan performa teknik dan fisik yang menjanjikan. Namun, kematangan mental bertanding masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu terus ditempa melalui berbagai ajang.

“Teknik dan fisik mereka bagus, tapi mental bertandingnya masih harus ditempa lewat banyak event. Dengan jam terbang tinggi, mereka akan lebih siap menghadapi kompetisi besar,” tuturnya.

Agung berharap, semangat ratusan pesilat muda yang tampil di Kudus menjadi awal dari lahirnya generasi baru pesilat Indonesia yang tangguh, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :