Ratusan Santri Ponpes Darul Ulum Kudus Dipulangkan

oleh

Kudus, isknews.com – Sejumlah Pondok pesantren (Ponpes) di Kudus memulangkan para santri-nya, seperti halnya ponpes Darul Ulum yang bekerjasama dengan Pemdes Ngembal Rejo Kecamatan Bae Kudus, yang memulangkan ratusan santrinya ke daerah asal masing-masing untuk meminimalkan risiko penularan Corona COVID-19.

“Santriwan Santriwati yang berjumlah 450 itu dipulangkan hari ini dan dipusatkan di lapangan Jambu Bol Kudus, yang lokasinya persis berhadapan jalur pantai utara (Pantura).  Selain itu, kita tempatkan di lapangan jambu bol kenapa , karena dilokasi terbuka dan terkena sinar matahari,” ujar Umar khotob, Kadus Kauman Desa Ngembal Rejo, Senin (30/3/2020).

TRENDING :  Jangan Takut Laporkan Kendala Masalah Ekonomi Di Lingkungan Masyarakat

“Ada jug ayang sudah dipulangkan sehari sebelumnya, terutama yang domisi santri yang jauh, diantaranya dari Riau, jambi, lampung, dan lokasi jauh lainnya,” imbuhnya.

Umar mengatakan, Alasan tidak masuk  ke pesantren yang lokasinya di perkampungan, yakni sebagai inisiatif kehati-hatian warga sesuai protap yang telah diharapkan pemerintah.

“Ini komitmen kita bersama, semua kendaraan dari luar kota tidak boleh masuk, Kebanyakan santri yang dipulangkan menggunakan bus elf, berasal dari luar Kudus, ada juga yang dijemput keluarga dengan kendaraan pribadi, ada prosesi upacara pelepasannya juga,” tandasnya.

TRENDING :  KH. Anwar Zahid Serukan Untuk Tidak Golput Dalam Memilih Pemimpin

Sementara Jono, Pengasuh Ponpes Darul Ulum mengatakan, Kegiatan itu kerjasama pondok darul ulum dengan warga dusun kauman, dikarenakan permintaan warga kauman desa ngembalrejo untuk mengantipasi penyebaran covid 19

“Mereka sebagian ada yang sudah lulus, berarti tidak balik lagi ke pondok. Untuk yang belum lulus, menunggu perkembangan dan himbauan pemerintah,” paparnya.

TRENDING :  Jelang Natal Kapolres Kudus Koordinasi Dengan Pimpinan Gereja

Para santri yang pulang ke daerah asal, katanya, terlebih dulu dikarantina selama 14 hari sembari mengikuti kegiatan mengaji dan olahraga. Selama masa karantina di dalam pesantren, dengan bekerjasama dengan instansi kesehatan terdekat,  Jono mengklaim, santri- santri tersebut sehat.

“Untuk kepulangan santri, Pengurus Ponpes telah menyediakan akomodasi untuk mengantarkan para santri ke kota masing-masing. Sementara untuk santri asal Pati yang saat ini berstatus zona merah, harus ada perlakuan khusus, yakni kita pulangkan akhir,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :