Rawan Demam Berdarah di Musim Penghujan, Warga Diimbau Jaga Kebersihan Lingkungan

oleh -697 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Maraknya kasus demam berdarah di musim penghujan menjadi persoalan yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja oleh masyarakat. Keberadaan genangan air yang rawan memunculkan jentik-jentik nyamuk perlu menjadi perhatian masing-masing individu. Agar kembang-biak nyamuk aedes aegypti bisa diantisipasi sedini mungkin.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, Kamal Agus Efendi, saat ditemui selepas melangsungkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk serta foogging nyamuk di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Selasa (11/01/2021).

Kamal menyampaikan, sebelum diterjunkan tim foogging nyamuk, warga diminta untuk ikut berpartisipasi secara mandiri agar kasus demam berdarah tidak merebak. Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih, terutama di tempat-tempat yang sering menjadi genangan air.

“Prosedur dari dinas kalau sudah ditemukan kasus demam berdarah lebih dari 1, maka akan dilakukan foogging. Tapi kami tetap tekankan kepada warga untuk menjaga lingkungan agar penyebaran demam berdarah bisa diantisipasi,” ujarnya.

Untuk pencegahan penyakit demam berdarah, warga bisa mengantisipasinya dengan terus menjaga 3M. Yaitu, menguras tempat-tempat penampungan air, menutup rapat semua tempat penampungan air, dan memanfaatkan serta mendaur ulang barang bekas.

Kamal meminta, agar setiap warga bisa memiliki kesadaran masing-masing untuk saling menjaga lingkungan. Pihaknya bersama tim pemberantasan sarang nyamuk juga memberikan obat abate atau pembasmi jentik nyamuk, agar bisa digunakan di tempat-tempat penampungan air.

“Jadi agar lebih efektif selain foogging, kita berantas sarangnya, kita edukasinya seperti itu,” tuturnya.

Berbicara kasus demam berdarah di wilayah kerja Puskesmas Ngembal Kulon sendiri, Kamal menyebut, kasus di tahun 2021 kemarin mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

“Kalau di wilayah kerja Puskesmas Ngembal Kulon sendiri, kemarin ada 40 kasus, jumlah itu turun dari angka sebelumnya,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya lantas tidak terlena dengan kondisi tersebut. Justru, kegiatan pembasmian penyakit demam beradarah semakin digenjotkan kembali agar kasus yang terjadi bisa terus mengalami penurunan tiap tahunnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :