Rawan Kecelakaan, Pengendara Diminta Waspada Saat Melintas di Jalur ”Tengkorak” Kudus

oleh -1,398 kali dibaca
Kecelakaan antara truk pengangkut udang dari Banyuwangi yang menyebabkan satu orang meninggal dunia beberapa waktu lalu, di jalan lingkar timur desa Payaman, Kudus (ISK/MK)

Kudus, isknews.com – Musibah kecelakaan di sepanjang jalan lingkar timur Kudus nyaris setiap tahun menghiasi pemberitaan. Terhitung sudah ratusan orang yang menjadi korban kecelakaan di jalur tersebut, dari yang luka ringan hingga korban meninggal dunia.

Kecelakaan antara truk pengangkut udang dari Banyuwangi yang menyebabkan satu orang meninggal dunia beberapa waktu lalu, di jalan lingkar timur desa Payaman, Kudus (ISK/MK)
Kecelakaan antara truk pengangkut udang dari Banyuwangi yang menyebabkan satu orang meninggal dunia beberapa waktu lalu, di jalan lingkar timur desa Payaman, Kudus (ISK/MK)

Pada bulan Mei kemarin, puluhan orang harus meregang nyawa akibat kecelakaan di jalan lingkar timur. Seperti musibah kecelakaan yang menimpa bus Tiara yang membawa puluhan peziarah dari Sidoarjo dan kecelakaan truk bermuatan udang dari Banyuwangi.

Kejadian demi kejadian itu membuat pihak kepolisian Kudus menetapkan jalur itu menjadi area paling rawan kecelakaan, karena seringnya terjadi insiden di lokasi. Kasatlantas Polres Kudus AKP Aron S melalui KBO Satlantas Iptu Anwar saat dihubungi isknews.com mengimbau, pengguna jalan agar berhati-hati apabila melintasi jalan lingkar timur.

”Terutama di jalur Ngembal, Jepang, dan Payaman yang sering terjadi kecelakaan. Khususnya di tikungan payaman, biasanya pengguna jalan sering lalai karena dari arah utara dikira jalannya lurus setelah traffic light Jepang langsung tancap gas, alhasil ketika sampai pada tikungan Payaman menjadi gugup dan terjadi kecelakaan,” tuturnya.

Anwar menuturkan, ada beberapa hal yang menyebabkan kecelakaan sering terjadi di jalan lingkar timur. Diantaranya disebabkan pengemudi tidak mematuhi rambu yang sudah di pasang. Menurutnya, pihak kepolisian sudah memasang rambu peringatan 500 meter sebelum titik rawan, sehingga itu harusnya menjadi peringatan bagi pengendara untuk mengurangi kecepatan.

Jalan yang lurus dan naris tanpa lubang membuat para pengguna jalan menggeber kendaraan sesuka hatinya, sehingga pada saat ada tikungan, penyeberang jalan menjadi gugup tidak mampu menguasai kendaraan, akhirnya kecelakaan terjadi. Selain itu serinya kecelakaan terjadi pada malam hari, saat dilakukan pemeriksaan biasanya pengendara mengaku dalam kondisi mengantuk.

Selama ini, katanya, kepolisian sudah sering mengadakan patroli di titik rawan sepanjang jalur lingkar timur. Itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Kalau untuk menempatkan personel jaga disana tidak mungkin, karena keterbatasan jumlah kami. Jadi hanya bisa melakukan patrol rutin saja,” jelas Anwar.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya ada enam titik rawan kecelakaan yang harus di waspadai di Kudus. Apalagi menjelang lebaran peningkatan volume kendaraan akibat derasnya arus mudik membuat risiko kecelakaan semakin besar. Salah satu yang paling patut diwaspadai yakni sepanjang jalur lingkar timur yang sering memakan korban. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.