Kudus, isknews.com – Olahraga tenis lapangan di Kabupaten Kudus kian menunjukkan geliat positif. Salah satunya ditandai dengan eksistensi Holy Tennis Club, sebuah komunitas tenis lokal yang kini bertransformasi menjadi klub yang solid dan terorganisir.
Berawal dari sekadar ajang kumpul antar teman yang ingin belajar tenis bersama sekitar tiga tahun silam, komunitas ini terus berkembang pesat. Hingga pada tahun 2025 lalu, para anggota sepakat untuk mematenkan nama mereka menjadi “Holy Tennis Club“.
Puncaknya, pada Sabtu (18/04/2026) kemarin, klub yang berada di bawah asuhan pelatih Bapak Ngatmono ini sukses menggelar turnamen tenis perdana mereka. Perhelatan ini sekaligus menjadi momentum perayaan satu tahun berdirinya nama Holy Tennis Club secara resmi.
Turnamen Intern dengan Kemeriahan Maksimal
Turnamen yang bersifat internal ini berlangsung meriah dan disebut-sebut sebagai salah satu pionir turnamen tenis di Kudus yang memperebutkan total hadiah hingga jutaan rupiah. Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak dan sponsor lokal, di antaranya:
- Greens Bakery & Bistro
- Dapoer Mpok Rani
- Numara Coffee & Space
- Nakamura
- Kecut Manis
- Essensial Clinic
- Prosport
- Ashley Beauty Bar
- Bernike Hairdo
Membuka Kesempatan untuk Umum via Digital
Meskipun saat ini keanggotaan Holy Tennis Club masih bersifat terbatas karena kendala ketersediaan lapangan dan waktu latihan, pihak manajemen klub menegaskan tetap membuka peluang bagi masyarakat umum yang ingin bergabung.
“Kami tetap membuka slot dan kesempatan untuk umum. Informasi ketersediaan slot maupun jadwal latihan bisa dipantau langsung melalui akun Instagram resmi kami di @holytennisclub atau melalui aplikasi Reclub,” tulis perwakilan manajemen klub dalam keterangannya.
Wadah bagi Pecinta Tenis di Kota Kretek
Dengan suksesnya turnamen perdana ini, Holy Tennis Club berharap ke depannya struktur organisasi klub semakin kuat. Tak hanya sekadar berolahraga, klub ini memiliki visi jangka panjang untuk menjadi wadah positif bagi para pecinta tenis, khususnya di wilayah Kudus.
Jika memungkinkan, kegiatan serupa akan kembali digelar dengan skala yang lebih besar guna memfasilitasi antusiasme masyarakat terhadap olahraga bola kuning ini di Kota Kretek.






