Rayakan Imlek, SD Cahaya Nur Kudus Kenalkan Shio Hingga Bagi-bagi Angpau

oleh -320 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sebanyak 329 siswa memadati aula SD Cahaya Nur Kudus guna merayakan imlek 2571, Senin (3/2/2020). Siang itu, siswa dan guru mengenakan pakaian bernuansa imlek dengan warna khasnya, merah.

Acara di mulai misa, sebuah ritual keagamaan Katolik, yakni upacara peribadatan. Beberapa siswa yang mempunyai keahlian seni beladiri Wushu juga turut ditampilkan. “Sengaja kami tampilkan supaya memberi ruang kepada siswa yang berprestasi untuk unjuk kebolehan dalam acara-acara di sekolah,” papar Kepala SD Cahaya Nur Kudus, Suster Krista Yustina Sulistiyowati PI.

Selain itu, tak ketinggalan sajian kuliner khas imlek juga ikut disajikan. Dari Kue Ku, kue lapis keranjang hingga buah jeruk mandarin. “Semuanya memiliki makna tersendiri,” ujar Suster Krista.

Dijelaskannya, Kue Ku adalah Kue yang terbuat dari Tepung Ketan yang diisi Kacang Hijau. Jika kita perhatikan dengan seksama, kue ku ini memiliki bentuk seperti Kura Kura. Kura kura dalam tradisi Tiong Kok melambangkan usia yang panjang dan kemakmuran.

Lalu Kue lapis saat imlek menandakan harapan agar rezeki semakin berlapis-lapis, begitu juga dengan kue keranjang diharapkan dapat mendatangkan rezeki yang banyak.

“Biar rezeki kita itu berlapis-lapis, mendapatkan rezeki besar makanya harus ada kue lapis keranjang,” kata Suster Krista.

Selain itu jeruk mandarin dengan warna kuning keemasan juga menjadi hal yang wajib disediakan saat imlek. “Warnanya itu kuning keemasan jadi rezeki kita juga akan terus bersinar seperti warna jeruk mandarin itu,” katanya.

Ia mengatakan sebagian besar siswanya yang keturunan Tionghoa menyambut perayaan imlek dengan suasana hati bahagia. “Pada perayaan di hari imlek itu semua happy dan semakin mensyukuri bahwa ada tradisi yang bagus di negara kita, apalagi anak-anak semuanya kebagian angpau,” katanya.

Sementara itu, dihadapan ratusan siswa, Ketua Konghucu Kudus, Goei Tjwan Gie berkesempatan untuk mengenalkan 12 Shio zodiak tiongkok dan berkesempatan untuk menjelaskan budaya tionghoa.

Selain memperkenalkan 12 shio, juga dikenalkan posisi tangan yang benar untuk soja atau pai, “Sudah ada tata caranya, tangan kanan yang di dalam, tangan kiri yang diluar,” jelasnya sambil mempraktekkan.

Tahun ini, merupakan lambang tikus logam yang melambangkan semacam kegigihan, cari makan itu rajin, jadi kita diharapkan rajin dan ulet mencari rejeki,

“Kita berharap bahwa di tahun tikus ini kita mendapatkan kesuksesan, bangkit dari keterpurukan,” harapnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :