Rekayasa Alur Angkutan Wisata Menara – TBK Becak Yang Putar Balik Ditengarai Biang Kemacetan

oleh -1,064 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Rekayasa atau pengaturan alur rute angkutan wisata yang melayani peziarah dari kawasan wisata Menara – Terminal Bakalan Krapyak, terus diupayakan oleh pihak SKPD terkait, dalam hal ini, Dinas Perhubungan Komunikasi Inforamatika (Dishubkomifo) Kabupaten Kudus, dengan tujuan utama, selain untuk kelancaran dan tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas, juga mendatangkan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak, baik kru angkutan maupun masyarakat pengguna, khususnya para peziarah.
Dari hasil pengamatan di lapangan oleh aparat Dishub, ternyata biang atau penyebab kemacetan, terutama di Jalan Sunan Kudus, mulai perempatan Menara – perempatan Jember, adalah adanya becak wisata yang berbalik arah. Oleh karena itu, ungkapnya lanjut, agar kemacetan itu tidak terulang, alur semua jenis kendaraan wisata, yakni angkudes, becak wisata, ojek dan odong-odong, diatur satu arah, baik yang dari arah Menara – TBK, dan sebaliknya.
Satu arah yang dimaksud, yakni kendaraan angkutan wisata yang berangkat dari TBK ke Menara, setelah keluar dari akses jalan TBK, berjalan ke arah selatan melalui Jalan KHR Asnawi, sampai perempatan Jember belok ke kiri, melewati jalan Sunan Kudus, dan menurunkan penumpang di sekitar Taman Menara. Setelah selesai menurunkan penumpang, becak dan ojek ini akan kembali dalam keadaan kosong, melalui Jalan Madureksan, Jalan Menara, Jalan KHA Dahlan, dan kembali ke TBK.
Sedangkan becak dan ojek yang berangkat dari Menara, diarahkan melalui Jalan Madureksan, Jalan Menara, Jalan KHA Dahlan, sampai di TBK. Setelah menurunkan penumpang pun becak dan ojek ini kembali ke Menara dalam keadaan kosong, melalu Jalan KHR Asnawi, Jalan Sunan Kudus dan parkir di kawasan sekitar Taman Menara.
“Dengan rekayasa seperti itu, diharapkan tidak ada lagi kemacetan, karena semua jenis angkutan wisata, baik yang berangkat dari TBK maupun Menara, selalu dijalur kiri jalan,” kata Kepala Dishubkominfo Kabupaten Kudus, Didik Sugiharto, saat dihubungi isknews.com, Rabu (13/1). (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :