Kudus, isknews.com – Rencana bentrokan antar kelompok pemuda yang diduga akan menggunakan senjata tajam berhasil digagalkan jajaran Polsek Kudus Kota. Melalui serangkaian tindakan cepat dan terukur, kepolisian tidak hanya mencegah tawuran berdarah, tetapi juga mengakhiri keberadaan gangster remaja “Gubwah Mistery” yang akhirnya menyatakan pembubaran diri.
Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan, mengungkapkan bahwa rencana bentrok tersebut berawal dari aksi saling ejek melalui video call WhatsApp antara kelompok pemuda dari wilayah Kaliwungu dan Kota Kudus pada Sabtu (13/12) malam. Provokasi di media sosial itu kemudian berkembang menjadi kesepakatan untuk melakukan tawuran di Lapangan HW Jember pada Minggu dini hari.
“Rencana awal tersebut berhasil kami gagalkan melalui patroli rutin yang dilakukan anggota di lapangan,” kata AKP Subkhan.
Meski demikian, kedua kelompok kembali merancang aksi balasan pada Minggu (14/12) sekitar pukul 23.00 WIB dengan lokasi di wilayah Getas Pejaten hingga Mlatinorowito. Menindaklanjuti laporan masyarakat, Piket Siaga Polsek Kudus Kota yang dipimpin Kanit Intelkam segera mendatangi lokasi dan membubarkan massa sebelum bentrokan terjadi.
Dalam proses pengejaran, petugas berhasil mengamankan dua bilah senjata tajam yang diduga akan digunakan dalam aksi kekerasan tersebut. Selanjutnya, Kapolsek Kudus Kota memerintahkan Unit Reskrim dan Intelkam untuk melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengidentifikasi para pelaku.
Hasil penyelidikan mengungkap sepuluh pemuda dari dua kelompok yang terlibat. Kelompok “Gubwah Mistery Gangster” terdiri dari MIR (20), MA (16), IS (18), dan A (17). Sementara kelompok pemuda dari Kota Kudus masing-masing berinisial MF (16), RD (16), MK (13), DB (16), DA (16), dan MA (15).
Sebagai langkah penyelesaian dan pembinaan, Polsek Kudus Kota menggelar mediasi pada Rabu (17/12) siang di Aula Polsek Kudus Kota. Mediasi tersebut menghadirkan para pelaku, orang tua, pihak sekolah, serta kepala desa dan lurah setempat. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat berdamai dan berkomitmen tidak mengulangi perbuatan serupa.
Pada kesempatan tersebut, kelompok “Gubwah Mistery” secara resmi menyatakan pembubaran organisasi, baik secara langsung maupun di media sosial. Selain penandatanganan kesepakatan damai, seluruh barang bukti berupa senjata tajam juga disita oleh pihak kepolisian.
“Langkah ini kami lakukan untuk mencegah potensi konflik yang lebih besar dan menjaga kondusivitas wilayah, khususnya menjelang perayaan Natal 2025,” tegas AKP Subkhan.
Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya, serta mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui layanan kepolisian, seperti call center 110 dan Lapor Pak Kapolres.
“Saat ini, situasi keamanan di wilayah Kota Kudus terpantau aman dan terkendali. Polsek Kudus Kota memastikan akan terus meningkatkan patroli di titik-titik rawan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya. (AS/YM)






