Rencana Naik Status RS Tipe D, Irwansyah: Kembalikan Puskesmas di Kudus ke Fitrahnya

oleh

Kudus, isknews.com – Empat Puskesmas di Kudus, yakni Puskesmas Jekulo, Rejosari, Kaliwungu dan Undaan yang direncanakan naik status sebagai Rumah Sakit tipe D mendapat sorotan dari Komisi D di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus.

Salah satu anggota Komisi D, Irwansyah berpendapat jika puskesmas harus dikembalikan lagi ke fitrahnya. “Ya kembalikan ke fitrahnya sebagai unit pelayanan kesehatan dasar, promotif dan preventif,” katanya saat ditemui awak media usai Rapat Evaluasi Kegiatan 2019 dan Progam Kegiatan 2020 Dinas Kesehatan (DKK) Kabupaten Kudus, di Ruang Rapat Komisi D, Senin (6/1/2020).

Irwansyah melanjutkan terkait pembagian pasien. Sebagaimana rencana, pasien rawat jalan dari Puskesmas Jekulo akan dialihkan ke puskesmas pengganti dan pasien rawat inap akan dialihkan ke Puskesmas Tanjungrejo.

TRENDING :  Kelanjutan Pembangunan Trade Centre Terganjal Biaya

“Lalu Puskesmas Jekulo yang berubah jadi RS tipe D akan diisi pasien dari mana? Ini perlu dikaji lagi,” terang dia.

Selain itu, rencana kerjasama dengan BPJS Kesehatan juga ikut dipertanyakan. Mengingat pasien saat ini didominasi oleh peserta BPJS.

“Masalahnya, untuk bisa kerjasama dengan BPJS Kesehatan rumah sakit harus beroperasi minimal dua tahun dan lolos akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Itupun proses seleksinya tidak mudah. Dalam tenggat waktu dua tahun ini income RS tersebut dari mana? Apakah cukup, dengan mengandalkan income dari pasien umum,” jelas dia.

TRENDING :  Manasik Haji di Alun Alun Simpang Tujuh Kudus

Irwansyah menilai rencana peningkatan Puskesmas Jekulo menjadi RS bukanlah sebuah prestasi. Pasalnya ada banyak pertimbangan yang harus dikaji oleh Pemkab Kudus untuk mewujudkan impian tersebut.

“Misalnya mau langsung saja bangun rumah sakit tipe D, Tidak merubah status puskesmas menjadi RS tipe D. Biarkan puskesmas tetap menjalankan fitrahnya sebagai unit layanan preventif, promotif dan penanganan kegawatdaruratan dasar,” tegasnya.

Masih ditemui ditempat yang sama, Mukhasiron, Ketua Komisi D DPRD Kudus mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan lebih mendalam terkait wacana Pemkab itu. “Nanti kita akan adakan rapat lagi dengan Puskesmas Jekulo, kajian yang telah dilakukan seperti apa,” sambungnya.

TRENDING :  Rame-rame Kunjungi Perpustakaan, Tanamkan Anak Gemar Membaca

Dikabarkan pada tahun 2020 ini, Puskesmas Jekulo mendapatkan kucuran dana sebesar Rp. 13,5 miliar untuk pengadaan sarana prasarana penunjang berdirinya RS tipe D.

Akan tetapi untuk mewujudkan hal itu. Pemkab perlu mempertimbangkan beberapa kemungkinan yang akan terjadi. Seperti perubahan bangunan Puskesmas menjadi Rumah Sakit yang cukup disayangkan oleh Ketua Komisi D. “Eman – eman, ini kan aset,” ujarnya singkat. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :