Retribusi Pasar Bitingan 2016 Terealisasi Hanya 18,40 Persen

oleh

Kudus, isknews.com – Selain pendapatan retribusi parkir tepi jalan umum yang tidak memenuhi target, retribusi parkir khusus juga mengalami “nasib” sama. Tidak tercapainya target pada 2016 itu, disebabkan target yang mengalami kenaikan sebesar 400 persen, dari pendapatan tahun sebelumnya. Yakni dari target yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus, sebesar Rp 3.145.307.000, realisasi pendapatan retribusi parkir tempat khusus pada 2016 itu, hanya tercapai Rp 1.079.174.000, atau 34,31 persen. Diantara tempat khusus yang retribusinya tidak memenuhi target, adalah Pasar Bitingan yang realisasinya hanya 18,40 persen.

Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus, Eko Jumartono, melalui Sekretaris Dinas (Sekdin), Rofiatun, yang dihubungi isknews.com, Kamis (13/07), mengatakan hal itu. Menurut dia, target pendapatan retribusi tempat parkir khusus di Kabupaten Kudus 2016 yang ditetapkan oleh Pemkab Kudus, secara keseluruhan, sebesar Rp 3.145.307.000, realisasi sampai akhir Desember 2016, sebesar Rp 1.079.174.000, atau 34,31 persen. “Retribusi itu diperoleh dari sebanyak 16 tempat parkir khusus, rincianya, delapan tempat dikelola oleh Dishub, satu tempat dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), tujuh tempat lainnya dikelola oleh juruparkir umum warga masyarakat sekitar lokasi tempat parkir khusus.”

Untuk delapan tempat parkir khusus yang dikelola Dishub, ungkapnya lanjut, adalah temat parkir khusus Ramayana Mall, target sebesar Rp 706.557.000, realisasi sampai akhir Desember 2016, sebesar Rp 308.651.000, atau 43,68 persen, pemakaian KM/WC parkiran Ramayana Mall, target sebesar Rp 3.000.000, realisasi Rp 4.800.000, atau 160,00 persen, pangkalan truk Klaling, target sebesar Rp 110.000.000, realisasi sebesar Rp 70.000.000, atau 63,64 persen, pemakaian KM/WC pangkalan truk Klaling, target sebesar Rp 6.000.000, realisasi sebesar Rp 9.720.000, atau 162,00 persen, terminal wisata Bakalan Krapyak, target sebesar Rp 782.000.000, realisasi Rp 236.877.000, atau 30,29 persen, terminal bus induk, target sebesar Rp 27.000.000, realisasi Rp 12.075.000, atau 44,72 persen, pemakaian KM/WC parkiran Menara, target sebesar Rp 4.200.000, realisasi Rp 0,00, atau 0,00 persen dan parkir khusus taman Kudus Plasa, target sebesar Rp 75.800.000, realisasi Rp 58.477.000, atau 77,15 persen.

TRENDING :  Camat Tegaskan Penarikan Retribusi di Taman Jekulo Ilegal, Masyarakat Diminta Jangan Bayar
TRENDING :  BAHAN ES TEBU TERNYATA DIDATANGKAN DARI LUAR KUDUS

Selanjutnya, tempat khusus parkir yang dikelola oleh Disbudpar, yakni parkiran Museum Kretek, target sebesar Rp 8.100.000, realisasi Rp 5.500.000, atau 67,90 persen. Sedangkan untuk tempat parkir khusus yang dikelola warga masyarakat, adalah sebagai berikut, tempat parkir khusus Pasar Bitingan, target sebesar Rp 499.800.000, realisasi Rp 91.952.000, atau 18,40 persen, Pasar Kliwon, target sebesar Rp 486.000.000, realisasi Rp 33.360.000, atau 6,86 persen, Pasar Jember, target sebesar Rp 140.000.000, realisasi Rp 38.800.000, atau 27,71 persen, Pasar Piji, target sebesar Rp 29.050.000, realisasi Rp 27.009.000, atau 92,97 persen, Taman Bojana, target sebesar Rp 75.210.000, realisasi Rp 73.904.000, atau 98,26 persen. “Untuk tempat parkir khusus Pasar Grosir, dari target sebesar Rp 38.590.000, realisasi sampai dengan akhir Desember 2016, Rp 19.480.000, atau 50,48 persen.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Comments are closed.