RMI NU Kudus Adakan Halaqah Santri untuk Pesantren Sehat

oleh -461 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Robithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) kabupaten Kudus mengadakan acara halaqah santri di gedung serbaguna Darul Hadlonah Kudus, Jawa Tengah. Dihadiri perwakilan dari setiap pondok pesantren di kabupaten Kudus, acara ini mengangkat tema “Santri sehat Indonesia kuat”. Mendatangkan ketua PCNU kabupaten Kudus dan perwakilan pemerintah kabupaten Kudus juga dua narasumber yang merupakan kader NU. Diharapkan mampu memberikan edukasi juga sebagai bentuk antisipasi mengenai isu terkait pesantren yang beredar akhir-akhir ini. Jum’at, (4/2/2022).

Dibuka dengan sambutan dari ketua PCNU kabupaten Kudus menyampaikan bahwa adanya acara tersebut untuk mengantisipasi terkait banyaknya isu mengenai pesantren.

“Jujur saya prihatin dengan banyaknya berita bermunculan terkait pondok pesantren, diantaranya kekerasan seksual yang berkaitan dengan kesehatan jasmani dan psikologi santri.” Tutur Asyrofi Masitho ketua PCNU Kabupaten Kudus.

Pemerintah kabupaten Kudus juga menanggapi bahwa beberapa hal yang memengaruhi kesehatan santri bukan satu-satunya masalah yang perlu ditangani. Pesantren juga harus waspada mengenai jumlah pondok pesantren yang telah terjaring kegiatan terorisme.

“Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Terdapat sebanyak 198 pondok pesantren yang telah terpapar terorisme, sehingga kita harus waspada dan meminimalisir kejadian tersebut.” Ujar Syafii Masitho perwakilan pemerintah kabupaten Kudus.

Narasumber pertama sekaligus Ketua Lembaga Kesehatan NU kabupaten Kudus Dr. Abdul Hakam, M.Si., Med., Sp. A. menyampaikan bahwa pondok pesantren tentunya memiliki manajemen untuk menjaga kebersihan lingkungan pondok pesantren sesuai dengan keadaan masing-masing.

“Saya yakin di setiap pondok sudah dilakukan penggiatan kebersihan dengan membentuk jadwal,” ucap dr. Hakam.

Selain membahas perihal kebersihan pondok pesantren mulai dari penyakit yang biasa diidap oleh santri, dr. Hakam juga berharap agar pondok pesantren kedepannya lebih dikenal memiliki kebiasaan pola hidup sehat dan bersih dengan fasilitas pondok pesantren.

Selanjutnya narasumber kedua menjelaskan petumbuhan dan perkembangan psikologi anak dan remaja sangat penting untuk diperhatikan.

“Peran pengurus dan pengasuh di sini sangat penting, karena apa yang diajarkan itu yang ditiru. Sehingga kita juga harus memperhatikan perilaku mereka.” Jelas Dyah Citrawati ketua Himpsi Kudus.

Selain itu, himbauan untuk tidak melakukanaya bullying dan sodomi juga diberikan untuk para santri.

“Mohon untuk tidak membuli karena itu akan sangat mempengaruhi kondisi anak, ini perlu diwaspadai. Jadi, yuk sama-sama kita waspadai.” Pungkas Dyah.

Menanggapi acara di atas, Najmia salah satu perwakilan santri yang hadir berharap semoga acara ini tidak hanya satu kali diadakan agar kedepannya tetap ada koordinasi demi terlaksananya wacana yang ada saat ini.

“Ya, terima kasih kepada RMI NU Kudus yang telah mengajak kami berpartisipasi dan semoga acara ini bisa diadakan tidak hanya sekali ini saja supaya semboyan santri sehat Indonesia kuat bisa terwujud.” Ungkap Najmia usai acara. (Adillah/*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :