ROCK IN SOLO Hadir Dengan Kebisingan Maksimal

oleh -1,013 kali dibaca

12243083_984210924984677_675311018127325980_nSurakarta, isknews.com – Rock In Solo hari ini mengguncang Kota Solo. Bertempat di Lapangan Parkir Stadion Manahan Rock In Solo 2015 diselenggarakan,  para pecinta musik Rock memenuhi lapangan ini, dari pagi mereka antri untuk masuk dan bisa menikmati musik rock yang ditampilkan oleh berbagai grup band Rock asal Indonesia maupun Luar Negeri.

 

Rock In Solo dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB. Internal Amputation merupakan grup band asal Klaten yang menjadi pembuka Rock In Solo pagi tadi. Dilanjut dengan penampilan grup band Pargochy, Immortal Rites, Bankeray, Serigala Malam, Gendar Pecel , Rezume, Anthelion, Carnivored, Seringai, Burgerkill, dan penampilan yang ditunggu – tunggu yaitu dari I Killed The Prom Queen dari Australia, Unearth, dan Nile yang merupakan grup spesial yang didatangkan dari Amerika Serikat.

 

Penampilan para grup band asal Indonesia ini pun juga ditunggu para penonton. “penampilan yang paling saya tunggu – tunggu di Rock In Solo Tahun 2015 ini adalah penampilan dari Nile(Amerika Serikat) dan Burgerkill, saya dari Ponorogo memang niat buat nonton Rock In Solo, setiap tahunnya saya tak pernah ketinggalan dan selalu nonton konser ini, kalau tidak nonton rasanya ada yang ngganjal dihati” ujar Aditya, penonton Rock In Solo asal Ponorogo.

 

Tidak hanya dari Ponorogo, penonton asal berbagai daerah pun meluangkan waktunya untuk menonton konser ini. Seperti salah satu penggemar Nile yang diwawancarai isknews.com siang tadi (15/11) “Saya dari Surabaya datang ke Solo memang untuk nonton Rock In Solo, saya dari Surabaya jam 10 malam (12/11), dan sampai Solo itu tadi jam setengah 5 pagi. Dari Surabaya sih cuma berdua sama teman saya, waktu sampai terminal saya bertemu dengan teman – teman ini, ada yang dari Madiun juga. Awalnya belum kenal, karena mereka memakai baju hitam – hitam dengan gambar serta  aksesoris identik dengan Rock, saya pun mendekat sama teman – teman ini, dan benar dugaan saya, mereka juga akan nonton Rock In Solo di Stadion Manahan” Ujar Titu, penggemar muda musik Rock yang berusia 20 tahun.

 

Rock In Solo diibaratkan sebagai ziarahnya para penggemar musik beraliran keras ini. Penonton dari berbagai daerah tak melewatkan event musik besar di Kota Solo ini. Musik Rock yang banyak digemari anak muda khususnya,  membuat lapangan stadion Manahan begitu ramai dan sesak dipenuhi penonton berpakaian serba hitam yang memang identik dengan Rocker. Genre lagu rock yang ditampilkan juga beragam di Rock In Solo tahun ini, seperti  hard rock, black metal, dan death metal.

 

 

Amalia Zulfana

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :