RS ‘Aisyiyah Kudus Bekali Driver Ambulans dan Nakes Teknik Penanganan Gawat Darurat Prahospital

oleh -710 Dilihat
Driver ambulans dan tenaga kesehatan RS Aisyiyah Kudus peroleh pelatihan Manajemen Kegawatdaruratan Prahospital: Basic Life Support (BLS) dan Transportasi Aman Pasien Gawat Darurat. Sabtu (11/7/2026) (Foto: istimewa / RSA Kudus)

KUDUS, ISKNEWS.COM – RS ‘Aisyiyah Kudus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan (nakes) dan driver ambulans melalui pelatihan Manajemen Kegawatdaruratan Prahospital: Basic Life Support (BLS) dan Transportasi Aman Pasien Gawat Darurat. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Golden Milad ke-50 RS ‘Aisyiyah Kudus itu digelar di Aula RS ‘Aisyiyah Kudus, Sabtu (11/7/2026).

Pelatihan diikuti tenaga kesehatan, driver ambulans, serta peserta dari berbagai mitra layanan kesehatan. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan sesuai standar kepada pasien sebelum mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif RS ‘Aisyiyah Kudus, dr. Haffidz Wahyu Aji, Sp.An-TI, mengatakan fase prahospital menjadi mata rantai awal dalam sistem pelayanan kegawatdaruratan yang sangat menentukan peluang keselamatan pasien.

“Keberhasilan penanganan pasien gawat darurat tidak hanya ditentukan oleh tindakan di rumah sakit, tetapi dimulai sejak pasien mendapatkan pertolongan pertama di lokasi kejadian. Basic Life Support menjadi kemampuan dasar yang wajib dimiliki agar pertolongan dapat diberikan secara cepat dan benar sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Selain materi teori, peserta juga mengikuti praktik dan simulasi penanganan pasien gawat darurat. Materi yang diberikan meliputi penilaian awal pasien, teknik mempertahankan jalan napas, Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan henti jantung, hingga teknik pemindahan dan transportasi pasien yang aman untuk mencegah cedera lanjutan selama proses evakuasi.

Direktur RS ‘Aisyiyah Kudus, dr. Indah Rosiana, mengatakan pelatihan tersebut merupakan komitmen rumah sakit dalam memperkuat sistem pelayanan kegawatdaruratan sejak fase prahospital. Menurutnya, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Momentum Golden Milad ke-50 kami maknai sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan edukasi dan pelatihan. Dengan kompetensi yang baik, setiap detik pada kondisi gawat darurat dapat dimanfaatkan untuk menyelamatkan nyawa pasien,” katanya.

Ia menambahkan, keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, driver ambulans, tenaga kesehatan, relawan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Karena itu, RS ‘Aisyiyah Kudus berharap semakin banyak pihak yang memiliki kemampuan Basic Life Support dan memahami prinsip transportasi pasien yang aman.

“Kami ingin membangun sistem pelayanan yang kuat mulai dari lokasi kejadian hingga pasien mendapatkan penanganan definitif di rumah sakit. Kolaborasi dan peningkatan kompetensi seluruh pihak menjadi kunci dalam menekan angka kecacatan maupun kematian akibat kondisi gawat darurat,” pungkasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.