RS ‘Aisyiyah Kudus Gandeng Dinkes, Perluas Layanan Gratis Kaki Pengkor untuk Anak

oleh -406 Dilihat
RS ‘Aisyiyah Kudus Gandeng Dinkes Kab. Kudus dalam program layanan pengobatan kaki pengkor (clubfoot) secara gratis. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Komitmen Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak terus diperkuat melalui pengembangan Program MENTARI Clubfoot.

Program layanan pengobatan kaki pengkor (clubfoot) secara gratis ini kini terkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus untuk memperluas jangkauan dan deteksi dini di masyarakat.

Program MENTARI Clubfoot merupakan hasil kolaborasi Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah bersama MiracleFeet.

Melalui program ini, anak-anak dengan kondisi kaki pengkor mendapatkan penanganan komprehensif tanpa dipungut biaya, mulai dari konsultasi medis, pemasangan gips bertahap, tindakan operasi reparasi tendon (tenotomy) bila diperlukan, hingga pemasangan sepatu khusus (brace) sebagai terapi lanjutan.

Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menjadi langkah strategis agar layanan ini dapat tersosialisasi hingga ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan jejaring layanan kesehatan lainnya.

Dengan demikian, anak-anak dengan kondisi clubfoot dapat segera teridentifikasi dan mendapatkan penanganan sejak usia dini.

Perwakilan Humas RS ‘Aisyiyah Kudus, drg. Ika Oktaviani R., MARS, menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor sangat penting dalam keberhasilan program ini.

“Dengan adanya koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, diharapkan Program MENTARI Clubfoot dapat tersosialisasi lebih luas hingga ke fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Sehingga anak-anak dengan kondisi kaki pengkor dapat segera terdeteksi dan mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan clubfoot bukan proses instan, melainkan membutuhkan kesinambungan terapi serta peran aktif orang tua dalam mengikuti seluruh tahapan perawatan yang telah ditetapkan tim medis.

“Penanganan yang tepat sejak awal dan kepatuhan dalam menjalani terapi akan memberikan hasil yang optimal bagi tumbuh kembang anak di masa depan,” imbuh drg. Ika.

Melalui sinergi MPKU PP Muhammadiyah, MiracleFeet, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dan RS ‘Aisyiyah Kudus, Program MENTARI Clubfoot diharapkan menjadi solusi nyata dalam mencegah disabilitas sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Kabupaten Kudus dan sekitarnya.
RS ‘Aisyiyah Kudus juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan ini dan segera berkonsultasi apabila menemukan tanda-tanda kaki pengkor pada anak.

“Mari peduli sesama, untuk langkah yang seimbang,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :