RS Aisyiyah Peroleh Bantuan Crane Pemulasaraan Jenazah dari IT Telkom Surabaya

oleh -1.314 kali dibaca

Kudus isknews.com – Tingginya kasus COVID-19 di Kudus yang sempat menjadi isu nasional menyebabkan sejumlah pihak ikut prihatin dan mendorong mereka untuk memberikan donasi bagi penekanan laju penyebaran virus ini di Kudus.

Demikian pula dengan Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) Surabaya yang dikenal aktif membuat dan merekayasa alat-alat inovasi kreatif dan bermanfaat, diantaranya adalah crane pemulasaraan jenazah kepada salah satu Rumah Sakit Rujukan COVID-19 yakni Rumah Sakit Aisyiyah Kudus.

Dengan alat ini akan memudahkan tim pemulasaraan jenazah COVID-19 untuk menangani pasien yang terkonfrimasi positif ataupun pasien yang meninggal akibat Covid tanpa banyak kontak langsung dengan jenazah yang terpapar Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh direktur RS Aisyiyah dr Hilal Aryadi usai penyerahan secara simbolis dan demonstrasi simulasi pemulasaraan jenazah dari Civitas academika IT Telkom Surabaya yang diwakili oleh Pembantu Rektor II IT Telkom Surabaya Agus Sulistiya di aula lantai 3 RSA.

“Kami senang dengan bantuan ini, karena dengan alat ini akan sangat membantu Tim pemulasaraan di Rumah Sakit kami atau yang dinamakan Tim Kamboja karena bisa memudahkan untuk para perugas mengurangi kontak langsung dengan Jenazah,” ucap Hilal Aryadi, Sabtu (05/06/2021).

Dijelaskan oleh Hilal, karena jenazah positif Covid-19 infeksius, maka keamanan petugas menjadi utama, sehingga dengan adanya alat ini sangat membantu sekali.

“Agar petugas tidak bersentuhan langsung dengan jenazah dan dengan alat ini merupakan solusi yang cukup membantu untuk keamanan petugas. Karena berfungsi untuk memindahkan jenazah dari bed, lalu masuk ke ambulans, hingga memasukan jenazah ke liang lahat,” jelasnya.

Sementara itu Pembantu Rektor 2 Agus Sulistiya mengatakan bahwa crane pemulasaran jenazah ITTelkom Surabaya ini juga pernah menjadi pemenang di ideathon 2020 yang diselenggarakan oleh Kemenristekbrin dan juga lolos program bakti inovasi 2020 dari Kemenristekbrin. 

“Crane pemulasaran jenazah yang kami serahkan ini merupakan versi 3.0 yang terbaru dimana lebih efektif dan efisien. Ini hanya membutuhkan waktu 38 detik untuk menurunkan peti ke liang lahat yang dikendalikan oleh joystick berkekuatan maksimum 1300 kg,” katanya.

Dirincinya, dimensi stretcher alat ini disesuaikan dengan ukuran ambulans sehingga peti jenazah bisa dibawa dari rumah sakit ke pemakaman tanpa membongkar strecher.

“Untuk memudahkan masuk ambulan, kaki stretcher bisa dilipat. Dengan demikian maka peti jenazah dapat diturunkan ke liang lahat otomatis menggunakan motor,” terang dia.

Lalu untuk komponen pengeraknya, Crane Pemulasaraan menggunakan satu buah motor DC gearbox 120 Volt. Dan memiliki beban maksimum 1300 kilogram. Alat ini juga dilengkapi dengan joystik.

” Untuk batereinya menggunakan lipo rechargeable dengan kapasitas 200 MAH,” ungkapnya.

Alat sejenis juga sudah dioperasikan ke beberapa rumah sakit di Surabaya seperti, RS UNAIR, RSUD Sidoharjo, Malang, dan yang terbaru di RS Asyiyah Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :