RS Mardi Rahayu Skrining Ribuan Nakesnya dan Luncurkan Program Rapid Test Untuk Masyarakat

oleh

Kudus, isknews.com – RS Mardi Rahayu sejak tanggal 20 April 2020 telah melakukan skrining menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk seluruh karyawan RS Mardi Rahayu termasuk PIDI, Outsourcing (kebersihan dan sekuriti), Staf Parkir dan Staf Koperasi Karyawan.

Menurut Direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto, total tenaga kesehatan yang diskirining adalah sebanyak 1.423 orang dilakukan dalam program AMAN Covid-19.

“Tujuan skrining ini adalah untuk menciptakan keselamatan pasien dan staf RS (patient safety dan staff safety). Staf RS yang hasil RDTnya reaktif langsung diisolasi mandiri untuk kewaspadaan bersama,” kata Pujianto.

Menurutnya, dari Hasil skrining menggunakan RDT tersebut, terdapat 15,8%  (termasuk tenaga outsourcing dan parkir) yang hasil RDTnya reaktif dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab dua kali dengan jadwal menyesuaikan kemampuan/kesiapan Laborat Rujukan dan dilakukan telusur kontak eratnya yang kemudian kontak eratnya juga ditindaklanjuti dengan dilakukan skrining RDT.

TRENDING :  Peranan Babinsa Yang Tulus, Dalam Rangka Pengobatan Katarak Secara Gratis Untuk Rakyat
Direktur Utama RS Mardi Rahayu dr Pujianto dan skema drive thru pemeriksaan Rapid Test bagi masyarakat di rumah sakitnya (Foto: YM)

“Dari 15,8% staf yang RDTnya reaktif, sampai siang ini ada 37 orang yang hasil swabnya negatif (16%), tetapi ada 13 orang yang hasil swabnya positif (6%) dan sesuai instruksi dari Dinkes Kabupaten Kudus diisolasi di Ruang Perawatan di RS Mardi Rahayu, sementara proses pemeriksaan swabnya masih terus berlangsung,” jelasnya.

Sementara bagi yang RDTnya reaktif, Pemkab Kudus telah menyediakan tempat isolasi di salah satu Hotel di Kudus sedangkan Pemprov Jateng menyediakan di Hotel Kesambi, Semarang.

“Selain itu RS juga menyediakan tempat isolasi di salah satu Gedung di lingkungan RS. Terdapat juga beberapa yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya sendiri sambil menunggu jadwal pengambilan dan pemeriksaan swab,” tutur dia.

TRENDING :  Antisipasi KIPI, Dinas Kesehatan Kudus Sarankan Anak Sehat Sebelum Imunisasi

Dijelaskan Pujianto, untuk skrining RDT pada 763 orang yang kontak erat telah dilakukan pada 359 orang, sisanya 404 orang akan di selesaikan sampai tanggal 5 Mei 2020.

“Kemudian langkah selanjutnya terkait pelayanan, sampai saat ini RS masih tetap dapat melayani masyarakat (tanpa penyakit Covid-19 maupun dengan Covid-19). Jumlah ketenagaan RS masih sangat mencukupi karena yang hasil RDTnya non reaktif sangat banyak, sedangkan yang swabnya negatif sudah bisa bekerja lagi,” ujarnya.

Tenaga Kesehatan yang positif Covid-19 (dari hasil swabnya) telah dilakukan isolasi di Ruang Isolasi RS. Tenaga Kesehatan yang RDTnya reaktif dan menunggu jadwal pemeriksaan swabnya juga telah dilakukan isolasi.

TRENDING :  Keunikan Tradisi Perkawinan Sedulur Sikep Sedot Perhatian Peneliti

“Masyarakat tidak perlu kuatir untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan di RS Mardi Rahayu, di Pelayanan Rawat Inap RS Mardi Rahayu telah menerapkan kebijakan 1 pasien 1 kamar sejak pertengahan April yang lalu dan di Pelayanan Rawat Jalan, sejak 1 April telah dilakukan skrining pengunjung di posko Covid dan berbagai pembatasan lainnya,” ungkapnya.

Berkaitan dengan pentingnya program skrining Covid-19 (karena pemeriksaan swab yang harus mengantre dan lama).

“Maka mulai hari Selasa, 5 Mei 2020; RS Mardi Rahayu akan melauncing program pemeriksaan RDT untuk masyrakat, bisa juga dengan cara Drive Thru,” terangnya.

Teknik pemeriksaannya menggunakan mesin imunolserologi baru dari Korea sehingga hasilnya lebih sensitif dibanding metode RDT dengan stik seperti yang selama ini dilakukan.

“Mudah-mudahan layanan baru ini akan membantu kita semua untuk bisa lebih dini dan lebih baik mencegah penularan Covid-19,” pungkas Pujianto. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :