RSI Sunan Kudus Hadirkan Layanan Materna untuk Wujudkan Kehamilan Aman dan Anak Sehat

oleh -575 Dilihat
Foto: Chusna isk

Kudus, isknews.com – RSI Sunan Kudus menyelenggarakan peluncuran layanan Materna (Manajemen Terpadu Kehamilan Aman dan Anak Sehat) pada hari Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur dan Wakil Direktur RSI Sunan Kudus, perwakilan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), puskesmas, klinik, dokter praktik, bidan, serta berbagai mitra kesehatan. Acara ini sekaligus diisi dengan kegiatan buka puasa bersama.

Peluncuran layanan Materna ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan.

Program ini menekankan pentingnya persiapan kehamilan yang matang serta pengelolaan kehamilan secara terpadu agar ibu tetap sehat dan bayi yang dilahirkan dapat tumbuh serta berkembang secara optimal.

Direktur RSI Sunan Kudus, dr. Ahmad Syaifuddin M.Kes., menjelaskan bahwa dalam beberapa kondisi kehamilan yang bermasalah, proses persalinan harus dilakukan melalui operasi sesar. Oleh karena itu, pihak rumah sakit menghadirkan inovasi painless surgery, yaitu metode operasi yang dirancang untuk meminimalkan rasa nyeri pascaoperasi.

Jika ibu merasakan nyeri setelah operasi, maka hal tersebut dapat menghambat pemberian ASI eksklusif pada fase awal. Dengan metode painless surgery ini, pasien yang menjalani operasi sesar tidak mengalami nyeri berlebihan. Bahkan dalam waktu 2 hingga 6 jam setelah operasi, pasien sudah dapat bergerak dan berjalan, serta dalam satu hari sudah diperbolehkan pulang,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, layanan Materna melibatkan tim medis yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anestesi, dokter spesialis anak, serta dukungan layanan kerohanian.

Selain pelayanan medis, ibu hamil juga dapat mengikuti berbagai kelas secara rutin, seperti kelas yoga, senam prenatal, serta edukasi mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan. Program ini juga dapat diakses oleh peserta BPJS Kesehatan.

Melalui layanan Materna, dr. Ahmad Syaifuddin berharap pelayanan kesehatan ibu dan anak dapat semakin optimal. Ia juga menargetkan adanya percepatan perputaran pasien sehingga seluruh pasien dapat memperoleh kamar dan pelayanan dengan baik, sekaligus berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :