RSI Sunan Kudus Ingatkan Bahaya Penggunaan Cotton Bud

oleh -739 Dilihat
Foto: RSI Sunan Kudus

Kudus, isknews.com – Penggunaan cotton bud sebagai alat pembersih telinga masih menjadi kebiasaan banyak orang, padahal tindakan ini justru berbahaya. Banyak orang beranggapan bahwa telinga harus rutin dikorek agar tetap bersih. Padahal, kotoran telinga atau serumen bukanlah sesuatu yang berbahaya.

Serumen memiliki fungsi penting untuk melindungi saluran telinga dari debu, bakteri, dan serangga, serta menjaga kelembapan alami telinga. Secara medis, membersihkan bagian dalam telinga menggunakan cotton bud tidak direkomendasikan.

Memasukkan cotton bud ke dalam liang telinga justru dapat mendorong kotoran semakin ke dalam hingga menumpuk dan mengeras. Kondisi ini dapat menyebabkan sumbatan yang memicu gangguan pendengaran, telinga berdenging, rasa penuh, hingga nyeri.

Dokter Spesialis THT RSI Sunan Kudus, dr. Destar Aditya Y, Sp.THTBKL menjelaskan penggunaan cotton bud juga meningkatkan risiko infeksi, karena dinding saluran telinga memiliki kulit yang sangat tipis dan sensitif. Gesekan berulang dari ujung cotton bud dapat menimbulkan luka kecil yang menjadi pintu masuk bakteri.

“Selain itu, tekanan yang terlalu kuat atau gerakan yang tidak sengaja bisa melukai liang telinga bahkan merobek gendang telinga, menimbulkan rasa sakit hebat, keluarnya darah atau cairan, serta gangguan pendengaran jangka panjang. Serat kapas pada cotton bud pun berpotensi terlepas dan tertinggal di dalam telinga, sehingga menjadi benda asing yang dapat memicu iritasi maupun infeksi,” tambahnya.

Cara membersihkan telinga yang benar adalah dengan hanya mengelap bagian luar telinga dan area sekitar lubang telinga menggunakan kain lembut atau tisu. Hal ini karena saluran telinga memiliki mekanisme pembersihan alami melalui gerakan rahang saat seseorang mengunyah atau berbicara, yang membantu mendorong serumen keluar secara perlahan. Dengan demikian, penggunaan cotton bud sebenarnya tidak diperlukan.

Jika seseorang merasa telinganya penuh, tersumbat, atau mengeluarkan kotoran berlebihan, langkah paling tepat adalah berkonsultasi dengan tenaga medis agar dapat dilakukan penanganan dengan teknik khusus yang aman. dr. Destar Aditya Y, Sp.THTBKL merekomendasikan pemeriksaan telinga setiap enam bulan sekali.

Menghindari cotton bud bukan berarti mengabaikan kebersihan telinga. Justru dengan memahami cara kerja telinga dan risiko penggunaan alat yang tidak tepat, masyarakat dapat menjaga kesehatan telinga dan pendengaran dengan lebih baik.

Untuk informasi layanan dan jadwal dokter RSI Sunan Kudus dapat diakses melalui https://www.rsisunankudus.co.id atau bisa menghubungi 081-229-733-254. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :