RSUD Kudus Beri Penjelasan Terkait Info Pemotongan Insentif Nakes

oleh -1.331 kali dibaca
Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar saat jumpa pers, Senin (23/8/2021).

Kudus, isknews.com – Polda Jateng sedang mengusut dugaan pemotongan insentif tenaga Kesehatan (nakes) RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Pihak rumah sakit pun akhirnya beri penjelasan.

Direktur RSUD Kudus Abdul Aziz Achyar memberikan beberapa poin yang disampaikan terkait dengan info dugaan pemotongan insentif nakes.

Pertama, Direksi RSUD Kudus tidak ada kebijakan untuk memotong insentif tenaga kesehatan atau nakes. Karena, menurutnya insentif para nakes tersebut ditransfer langsung dari Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus ke masing-masing penerima. Disebutkan besaran insentif pun dipastikan utuh dan tanpa pemotongan.

“Pertama tidak ada kebijakan direksi untuk memotong insentif nakes, karena insentif nakes itu ditransfer langsung dari BPPKAD Kudus ke rekening nakes penerima insentif dengan jumlah utuh dan tidak ada potongan,” jelas Aziz.

Kedua, dalam pemeriksaan internal yang dilakukan, Menurutnya, didapatkan hasil jika ternyata ada para nakes iuran untuk membantu nakes lain yang tidak mendapatkan insentif.

“Kedua dalam pemeriksaan yang kita lakukan, diperoleh informasi bahwa para nakes tersebut memang ada iuran suka rela dari para nakes untuk rekan-rekan lainnya yang tidak termasuk para nakes yang menerima insentif,” terangnya.

“Rekan-rekan mereka (para nakes, red) yang tidak menerima itu memang teman-teman yang memiliki resiko kerja yang sama bahkan ada lebih berat atau tinggi, seperti cleaning service hingga administrasi, pramusaji dan lainnya,” tambah Azis.

Azis mengaku kurang mengetahui tepat besaran iurannya, menurut informasi bervariasi, perkiraan iuran sekitar Rp 300 ribu sampai dengan Rp 500 ribu per nakes.

“Iuran besarannya saya kurang tahu, karena bervariasi, ada yang Rp 300 ribu ada yang Rp 500 ribu,” jelasnya.

Aziz mengatakan bahwa ini inisiatif para nakes yang mendapatkan insentif untuk iuran membantu sesama nakes. “Karena ini memang betul inisiatif para nakes yang mendapatkan insentif untuk mengumpulkan iuran,” jelas dia.

Dia pun akan menghormati proses hukum yang berjalan saat ini. “Terlepas dari para nakes itu, pada intinya mereka memiliki niat baik hanya memang kami menyerahkan kepada Polri di dalam mengungkap barangkali ada proses yang kurang tepat,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :