RTMM Kudus Salurkan 8.400 Kantong Beras Bagi Buruh Pabrik Rokok Terdampak Banjir

oleh -3,199 kali dibaca
Ketua FSP RTMM SPSI Kudus Suba'an Abdul Rahman saat memberikan bantuan vberas secara simbolis kepada buruh rokok yang pemukimannya terlanda banjir (Foto: istimewa/RTMM Kudus)

Kudus, isknews.com – Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Kabupaten Kudus menggelar aksi kepedulian sosial bagi sebanyak 8.400 buruh rokok di wilayah Kabupaten Kudus dan Demak yang terdampak bencana banjir yang melanda pemukiman mereka pekan lalu.

Ketua FSP RTMM-SPSI Kabupaten Kudus, Suba’an Abdul Rahman menjelaskan, bantuan yang diterima para buruh rokok tersebut berasal dari sejumlah pihak. Diantaranya dari PT Djarum yang memberikan bantuan 34 ton beras, RTMM, dan Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK).

“Kami selaku serikat, menyalurkan bantuan kepada anggota kami yang terkena bencana banjir. Kriterianya adalah mereka yang benar-benar menjadi korban, totalnya ada sekitar 8.400 orang buruh,” kata Suba’an ditemui di Kantor RTMM Kudus, Kamis (28/03/2024).

Penyerahan bantuan ini pun telah dilakukan secara simbolis pada 27 Maret 2024 di pabrik rokok PT Djarum brak Pengkol, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus.

“Masing-masing menerima 5 kg beras. Penyerahan bantuan ini kami lakukan bertahap, dan akan kami selesaikan secepatnya,” terangnya.

Kepedulian terhadap para buruh rokok yang terdampak banjir juga telah dilakukan RTMM Kudus sebelumnya. Setidaknya, ada sekitar 150 hingga 200 bungkus makanan siap saji yang dibagikan RTMM bagi buruh rokok yang saat itu baru terkena musibah banjir.

“Harapan kami, bantuan yang telah diserahkan dapat bermanfaat, apalagi di bulan ramadan ini,” kata Suba’an.

Diketahui, total anggota RTMM Kudus ada 72.615 orang yang bekerja di perusahaan rokok maupun makanan minuman yang ada di Kabupaten Kudus. Bukan hanya warga asli Kudus, para pekerja juga banyak yang dari luar Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.