Rusunawa Jadi Lokasi Karantina ODP, Warga Minta Pemkab Kudus Kaji Ulang

oleh

Kudus, isknews.com – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)yang berada di Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, oleh Pemkab Kudus kini dijadikan salah satu alternatif untuk lokasi karantina pemudik dan pendatang yang masuk ke Kudus selama 14 hari guna mencegah penyebaran virus Corona.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari warga penghuni. Puluhan warga dipimpin oleh Agus Wahyu Subagyo, Ketua Paguyuban Warga Rusunawa Bakalankrapyak meminta Pemerintah Kabupaten Kudus bisa kembali mengkaji kebijakan alih fungsi (Twin Block) TB-4 Rusunawa sebagai tempat karantina Orang Dalam Pemantauan (OPD) di Kudus.

TB-4 Rusunawa sebagai tempat karantina Orang Dalam Pemantauan (OPD) di Kudus (Foto: YM)

Menurutnya, minimnya sosialisasi dari Pemkab terkait wacana tersebut dan teknis tata laksana yang dinilainya belum matang, membuat warga rusunawa panik dan gelisah dengan adanya wacana tersebut.

TRENDING :  Ditemukan Sosok Mayat di Pintu BG 02 Sekunder Galiran Desa Prawoto.

“Lokasi rusunawa yang di TB-4 dekat dengan permukiman penduduk, dimana sebagian dihuni golongan renta, seperti lansia dan anak-anak, sangat rentan dan kurang tepat jika digunakan sebagai tempat karantina,” katanya, Jumat, 3 April 2020.

Menurut Agus, jika tetap dijalankan kami minta jaminan keamanan dan kesehatan kepada Pemkab Kudus.

Agus Wahyu Subagyo, Ketua Paguyuban Warga Rusunawa Bakalankrapyak (foto: YM)

“Lalu juga harus ada treatment jalan yang dilalui ODP dengan warga rusunawa juga harus dipisah. Jika perlu antara TB-4 diberi sekat pemisah dengan TB lainnya, untuk menguangi potensi penyebaran Covid-19 ke warga,” kata Agus.

TRENDING :  Di Bulungcangkring Nenek Nurisih Meninggal Usai Antre Beras Rastra

Meski berat hati, penghuni TB-4 rusunawa Bakalankrapyak mulai berkemas-kemas dan memindahkan barang-barangnya ke kamar lantai dua, tiga dan empat di Rusunawa TB-3 maupun TB-2.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan, Kawsan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kudus, Agung Karyanto mengatakan rencananya rusunawa akan digunakan sebagai alternatif terakhir tempat karantina pemudik asal kota/kabupaten yang ditetapkan sebagai zona merah Covid-19. Setelah Graha Muria Colo, Pondok Boro dan Diklat Menawan.

“Mereka yang dikarantina di sini bukan orang yang sakit atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Melainkan mereka yang tidak sakit atau Orang Dalam Pemantauan (ODP). Di sini mereka nantinya akan dikarantina selama 14 hari sebelum pulang ke rumah masing-masing,” kata Agung dalam acara audiensi bersama warga rusunawa.

TRENDING :  Berduaan Di Dalam Kamar Kos, Empat Pasangan Bukan Suami Istri Digelandang Ke Polsek Kudus

Sebelumnya Plt Bupati Hartopo bahkan mengatakan kalau kondisi outbreak, juga sudah minta pengusaha-pengusaha hotel untuk bersiap pula menampung pemudik yang dikarantina.

Dikatakan Hartopo, semua tempat karantina tersebut akan dilengkapi protokol kesehatan beserta petugas medis. Selama proses karantina, seluruh pemudik akan memperoleh jaminan kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan minum dan kebutuhan lainnya.

“Seluruh kebutuhan hidup akan dijamin oleh Pemkab. Termasuk jika terpaksa menggunakan hotel milik swasta, biayanya akan kita ganti,”tandasnya, Kamis (02/03/2020).

Dalam proses karantina tersebut, kata Hartopo, pihaknya akan memerintahkan Dishub untuk mengarahkan semua pemudik yang datang menggunakan bus umum atau kendaraan pribadi untuk langsung ke lokasi karantina. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :