Sambel Bawang Goreng, Inovasi Baru Nikmati Sambal dengan Rasa Krispi

oleh -1,524 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sensasi berbeda mencicipi sambal bawang yang beda dari yang lain. Bila biasanya sambal dinikmati dengan teksturnya lembek dan dicocol, sambel bawang goreng milik Deby Anugrahini, menghadirkan cara menikmati sambal yang baru.

Sambal bawang goreng ini dihadirkan dengan tekstur yang krispi. Olahan pedas ini juga tidak cepat basi, bahkan bisa tetap bisa dinikmati hingga 10 bulan.

Deby menceritakan, awal mula menciptakan sambel bawang goreng ini karena kesukaannya dengan bawang goreng. Dia juga sangat gemar gemar dengan ikan teri. Sehingga, dia pun mencoba untuk memadukan bawang goreng dan teri ke dalam bentuk sambal.

Sambel Bawang Goreng kreasi Deby Anugrahini yang laris di pasaran

“Karena saya suka bawang goreng, juga teri, jadi kenapa tidak coba dikolaborasi jadi sambel. Terus kita coba dulu bagaimana bisa tahan lama dan tetep krispi, maka jadilah ini,” ujarnya.

Deby kemudian mulai memproduksi banyak sambel bawang goreng ini dan memasarkannya secara luas pada 2019 silam. 2 bulan percobaan pembuatan produksi tersebut ternyata mendatangkan banyak peminat dan laris di pasaran.

Hingga saat ini, ada tiga varian yang diproduksi oleh Deby. Antara lain, sambel bawang goreng original, sambel bawang teri, dan sambal bawang ebi.

“Dulu pernah sempat buat varian sambel ijo tapu bahan bakunya rada sulit, jadinya sementara yang pakem 3 varian itu,” tuturnya.

Untuk proses pembuatannya tidak terlalu rumit. Selain mengunakan bawang metah, teri, dan ebi sebagai bahan dasarnya. Deby hanya menambahkan garam, gula, serta cabai merah kering sebagai bumbu perasanya.

Kualitas rasa dan bahan baku yang terbilang premium, akhirnya mendatangkan banyak pelanggan yang ketagihan untuk mencicipi samel bawang goreng krispi ini.

“Kalau bawang merah saya pilih yang perbatasan Demak dan Kudus, itu rasanya gurih dan krispi, dibanding dengan bawang merah di daerah lain kalau di goreng,” tandasnya.

Hingga saat ini, lanjut Deby, sambel bawang goreng olahannya sudah terjual hingga Depok, Tanggerang, Jogja, Madura, dan Surabaya.

“Saya produksi 20 kilo per hari, alhamdulillah selama pandemi masih bisa laris di pasaran,” tukasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :