Sambut PTM 100 persen, SMP 1 Kudus Lakukan Penyemprotan Disinfektan

oleh -867 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Menyambut Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen, SMP 1 Kudus melakukan penyemprotan disinfektan di semua kelas,hal itu guna mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala SMP 1 Kudus Ahadi Setiawan melakukan upaya untuk mencegah penyebaran covid-19, salah satu diantaranya dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

“Kami lakukan saat PTM selesai satgas dari sekolahan menyemprotkan cairan disinfektan di setiap sudut sekolah. Mulai dari lobby utama sekolah, hingga ke setiap ruang kelas. Hal itu merupakan salah satu standar protokol kesehatan yang diterapkan,” terangnya, Senin (3/1/2022).

Ahadi mengakui mulai hari ini sudah menyelenggarakan PTM dengan kapasitas siswa 100 persen. Kegiatan pembelajarannya dimulai pukul 07.00 WIB dan siswa pulang pukul 11.30 WIB.

Sesuai surat edaran Disdikpora Kudus, pelaksanaan pembelajaran dibatasi enam mata pelajaran setiap harinya, dengan durasi waktu istirahat selama 20 menit. Meskipun demikian, semua siswa tetap diminta mematuhi protokol kesehatan dengan ketat, mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Semua siswa juga kami instruksikan membawa cairan disinfektan saku, sehingga sewaktu-waktu bisa digunakan,” ujarnya.

Setelah pembelajaran selesai, pihaknya juga melakukan penyemprotan ruang kelas dan tempat duduk, baik di kelas maupun luar kelas, dengan cairan disinfektan untuk memutus mata rantai penularan virus korona.

Al Ghozali, siswa SMPN 1 Kudus mengaku senang bisa tatap muka kembali, setelah sebelumnya hanya melalui pembelajaran daring sehingga membosankan dan sulit memahami mata pelajaran yang disampaikan guru.

Sementara Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus Zubaidi mengatakan jika Sekolah tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMP di Kabupaten Kudus, mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas siswa 100 persen. PTM tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Sesuai surat edaran tertanggal 31 Desember 2021, sekolah, mulai tingkat PAUD, SD hingga SMP di Kabupaten Kudus, mulai hari ini (3 Januari) diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka dengan kapasitas siswa 100 persen, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Zubaidi.

Ia mengatakan, kebijakan ini sesuai surat keputusan bersama (SKB) empat menteri dengan beberapa persyaratan, di antaranya soal penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan capaian vaksinasi lingkungan pendidikan dan kelompok lanjut usia (lansia).

Kabupaten Kudus saat ini menerapkan PPKM Level 2 dengan capaian satuan pendidikan telah melakukan vaksinasi dosis dua pada pendidik dan tenaga kependidikan sebesar 84,66 persen. Lalu, capaian vaksinasi dosis dua pada warga lansia sudah mencapai 60 persen.

Ia mengatakan, durasi belajar paling lama enam jam pelajaran per hari. Dengan rincian setiap satu jam pelajaran untuk PAUD lamanya 30 menit, SD sekitar 35 menit dan SMP sekitar 40 menit. Sementara itu, pendidik dan tenaga kependidikan yang melaksanakan tugas pembelajaran juga harus sudah vaksin.

Pihaknya belum mendapatkan laporan jumlah sekolah di Kudus yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka dengan kapasitas 100 persen. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :