Santri Lulusan Kesetaraan Ponpes Salafiyah Bisa Lanjut ke Sekolah Negeri

oleh -585 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Lulusan pondok pesantren Salafiyah dapat melanjutkan jenjang pendidikannya ke sekolah negeri. Hal ini bisa dilakukan setelah adanya Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) atau ujian pendidikan kesetaraan di seluruh Indonesia pada Maret 2021.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Sulthon menjelaskan, jika ujian digelar untuk mendapatkan rekognisi sebagai pelaksana pendidikan jenjang Ula, Wustha, dan Ulya yang setara dengan SD/MI, SMP/Mts dan SMA/MA.

“Sesuai namanya, lulusan PKPPS setara dengan lulusan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA, sesuai jenjangnya masing-masing. Sehingga, santri lulusan PKPPS bisa melanjutkan ke sekolah atau madrasah negeri, dan ke jenjang universitas,” tegasnya saat ditemui awak media di Kantor Kemenag Kudus, Jumat (13/8/2021).

Selain mengikuti pelajaran di ponpes, kata Sulthon, para santri juga bisa mengikuti pendidikan formal, waktunya pun bisa menyesuaikan kegiatan ponpes.

Sedangkan untuk ijazah yang diterima santri, hak-nya sama dengan pendidikan formal yang lain, ketika ujian nasional jadwalnya sama, bedanya ini yang mengeluarkan Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

“Hal ini sebagai perhatian pemerintah, karena tidak semua santri bisa sekolah formal. Terkait peminatnya untuk saat-saat ini Alhamdulillah bertambah, karena seiring status dari PKPPS, yakni ponpes sudah ada ijazah formalnya,” ungkapnya.

Dari 145 ponpes yang ada di Kudus, lanjut Sulthon, baru ada 6 ponpes yang bergabung PKPPS, itupun baru tingkat ula (SD/MI) dan wustho (SMP/Mts), sementara tingkat ulya (SMA/MA) direncanakan tahun depan ada.

“6 Ponpes tersebut diantaranya 1. PTPAYQ Gebog Kudus tingkat Ula, 2. Al Muayyad Al Maliky tingkat Ula, 3. Darul Falah tingkat Wustho, 4. Bareng 1923 tingkat Wustho, 5. Yanbu’ul Qur’an Tingkat tingkat Wustho, dan terakhir 6. Ponpes Salafiyyah Gondhoarum Jekulo tingkat Wustho,” jelasnya.

Sementara Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kudus, Syaifuddin Najib menegaskan bahwa PKPPS merupakan pendidikan kesetaraan, jadi ijazahnya bisa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

“Karena pendidikan kesetaraan, maka kita dituntut wajib berkurikulum 2013, standar Kemendikbud dan Kemenag, dan PKPPS sudah terintegrasi di EMIS, setara dengan Dapodik yang ada di Kemendikbud,” paparnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :