Santri Ngaji Pasaran di PSKQ Kudus Lahap Materi Kaligrafi Hingga Pengembangan Entrepreneurship

oleh -127 Dilihat

Kudus, isknews.com – Pesantren Seni dan Kaligrafi Al-Qur’an (PSKQ) Modern di gang 3 Undaan Lor Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus menjadi salah satu diantara Pesantren Kaligrafi di Indonesia yang rutin setiap tahun menggelar ngaji pasaran ramadhan.

Muhammad Assiry, pendiri PSKQ Modern menjelaskan jika peserta dari ngaji pasaran tahun ini berjumlah 50 santri baik putra maupun putri, berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka (para santri pasaran) selama tanggal 1 -24 ramadhan mendapat materi ngaji kaligrafi dan asrama secara gratis.

“Santri hanya bisa tidur 2.5 jam yang dimulai pada 1 Ramadhan dan berakhir pada 24 Ramadhan. Kegiatan full ngaji, kaligrafi, melukis dan belajar multimedia dan entrepreneurship di PSKQ Modern,” ujarnya kepada isknews.com, Rabu (28/4/2021).

Santri yang ikut kegiatan pesantren ramadhan di PSKQ Modern, lanjut Assiry, sudah hampir seribu santri yang ikut program pasaran kaligrafi ramadhan ini dibuka sejak tahun 2016 silam.

“PSKQ sengaja menggratiskan program itu. Tujuannya sebagai wadah bersedekah ilmu. Program belajar kaligrafi paket Ramadan dengan konsep pasaran itu dimulai sejak 2016. Dan terus berlangsung hingga kini. Hingga kini total santri yang mengikuti mendekati seribu. Untuk dua tahun ini sengaja dibatasi karena ada pandemi Covid-19,” terang Assiry

Santri dari kalangan ekonomi lemah maupun berada dari daerah manapun bisa mengikuti kegiatan ini karena selain gratis Santri mendapatkan banyak ilmu dan wawasan ilmu kesenian dan entrepreneurship hingga tuntas.

“PSKQ Modern selama ramadhan memberikan materi Pembinaan kaligrafi bagi pemula juga untuk Peserta Kaligrafi MTQ (Musaf, Dekor, Naskah dan Kontemporer), selain itu ada Melukis kaligrafi, Kaligrafi Hitam Putih Muqahhar, Bedah kitab kuning, Pengembangan Entrepreneurship dan Bisnis Kaligrafi. Demo Kaligrafi, Dialog Kaligrafi, tafsir dan Tadabbur Al Duran. Tadarrus Al Qur’an Bersama. Pentas Seni, Liputan TV/Media, Ada lagi Membedah rahasia dan Teknik Kaligrafi Masjid, Kunci Sukses Assiry Art menebar virus-virus kaligrafi terbanyak di Indonesia, dan lainnya,” jelasnya.

Ia mengakui jika berdiri dan berkembangnya PSKQ Modern sampai saat ini tak lepas dari peran Murabby Ruuhina Habib Lutfi Pekalongan, saat itu tahun 2003 diberikan wejangan/saran dari abah (panggilan Habib Luthfi), yang mana untuk terus mengembangkan program kaligrafi dari segala lini. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :