Sebagian Besar Sudah Panen Lahan Sawah Yang Kebanjiran

oleh

Kudus, isknews.com – Lahan sawah yang tergenang banjir di Kabupaten Kudus, sebanyak 1.134 hektar, tersebar di lima kecamatan, sebagian besar sudah panen. Sehingga dari 30 desa yang lahan sawahnya tergenang, hanya enam desa yang mengalami kerugian total sebesar Rp 2,122 miliar, karena lahan sawahnya sudah ada tanaman padi umur 70-75 hari. Sementara lahan yang sudah dipanen kerugian nihil. Banjir yang merendam lahan sawah itu akibat luapan sungai-sungai besar, diantaranya kalau di Kecamatan Undaan, Kali Londo.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpangan) Kabupeten Kudus, Catur Sulistiyanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura, Harsito, yang dihubungi isknews.com, Kamis (23/2), mengatakan hal itu. Menurut dia, enam desa yang lahan sawahnya tergenang dan mengalami kerugian itu, tiga desa di Kecamatan Jati, yakni Desa Jetis Kapuan, seluas 80 hektar, total kerugian sebesar Rp 90 juta, Pasuruhan Lor, seluas 70 hektare (persemaian), total kerugian Rp 52.500.000 dan Pasuruhan Kidul, luas lahan 55 hektare, total kerugian sebesar Rp 990 juta.

Tiga desa lagi, di Kecamatan Kaliwungu, yakni Desa Setrokalangan, luas lahan yang tergenang 32 hektare-26 hektar puso, total kerugian sebesar Rp 468 juta, Banget, luas lahan yang tergenag 19 hektar-semuanya puso, total kerugian Rp 342 juta, dan Desa Garung Kidul, total kerugian Rp 180 juta.
Sementara untuk lahan sawah yang tergenang pasca panen, ungkapnya lanjut, dari 24 desa, sebagian besar di Kecamatan Undaan, sebanyak 12 desa, luas lahan yang tegenang total 377 hektar, terbanyak di Desa Wonosoco, seluas 100 hektare. Sisanya di Kecamatan Jati, empat desa, Jekulo dan Mejobo masing-masing dua dan enam desa. “Karena tanaman padinya sudah dipanen, dari hasil produksinya hampir tidak mengalami kerugian. Namun karena untuk menanam kembali terpaksa belum bisa, salama lahan sawahnya masih terendam. Jadi rugi waktu.”
Seperti diberitakan di isknews.com, sebanyak 1.134 hektare lahan pertanian di Kabupaten Kudus, tergenang banjir. Akibat dari adanya bencana alam itu, petani menderita kerugian sangat besar, ditaksir mencapai Rp 2 miliar lebih, atau tepatnya sebesar Rp 2.122.500.000. Lahan sawah yang tergenang dengan ketinggian air 40-80 centimeter itu, tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Jati, Undaan, Kaliwungu, Jekulo dan Kecamatan Mejobo. Untuk tanaman padi yang puso, tercatat sebanyak 122 hektar. Kerugian sebesar itu sebagai akibat tanaman padi yang menjelang panen, yakni umur 65-75 hari, terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata 40-80 centimeter. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Lada Perdu Potensial Di Kembangkan Di Kudus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.