Sebulan Ditutup, Pedagang Minta Tiga Pintu di Pasar Jekulo Dibuka Lagi, Ini Jawaban Dinas Perdagangan

oleh
Pasar Jekulo nampak dari depan. (Aris Sofiyanto/SKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Ditengah pandemi covid-19, sudah sebulan lamanya hingga saat ini, tiga dari empat pintu di pasar jekulo ditutup dan hanya satu pintu dari depan pasar yang dibuka. Sejumlah pedagang, Kamis (2/7/2020) mendatangi kantor pasar jekulo guna meminta ketiga pintu dibuka kembali dengan alasan sepinya pembeli.

Penjual daging, Khudhoro (41 tahun), ingin agar ketiga pintu tersebut dibuka, “Ya mas, karena sepi pengunjung yang mengakibatkan turunnya omset. Masyarakat lebih memilih untuk membeli di kios atau los yang mudah dijangkau,” ujarnya saat ditemui awak media.

TRENDING :  Terima Kunjungan Kepala BNPB, Bupati Sampaikan Paparan Soal Penyebab Banjir di Pati

Masih ditempat yang sama, Kepala Pasar Jekulo, Khodirin akan menindak lanjuti keluhan pedagang untuk diajukan ke pihak dinas perdagngan. Diakuainya, sebab ditutupnya tiga pintu tersebut adalah masih ditemukan banyaknya pedagang dan pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan, salah satu diantaranya ada sebagian yang tidak memakai masker.

TRENDING :  1 Juli 2018 CFD di Kudus Hadir Kembali

“Keluhan pedagang akan kami sampaikan ke pihak dinas, semoga membantu dan bisa dipecahkan permasalahan ini demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Sementara Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan Kudus, Albertus Harys Yunanto saat dihubungi melalui sambungan telepon menanggapi hal tersebut. Pihaknya akan membuka ketiga pintu itu dengan catatan kepatuhan protokol kesehatan dlaksanakan dengan baik.

Karena, pasar tradisional termasuk diantara tempat yang  berpotensi menjadi klaster baru penularan covid-19 di masa transisi menuju kenormalan baru. Hal itu dikarenakan lemahnya penerapan protokol kesehatan.

TRENDING :  Semarak Maulid Nabi 1440H, 152 Anak Ikuti Khitanan Massal Masjid Agung Kudus

Ia menegaskan kepada masyarakat supaya mematuhi protokol kesehatan, minimal pakai masker dan selalu cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer.

“Untuk menghindari klaster baru di pasar, maka dibutuhkan komitmen bersama, demi kemaslahatan banyak orang untuk mencegah mewabahnya virus corona yang tengah melanda dunia,” paparnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :