Sejumlah Calon Kepala TK, Calon Kepsek SD, SMP dan Pengawas SD di Kudus ikuti Diklat

oleh -1,425 kali dibaca
Diklat mdigelar melalui aplikasi zoom, berlangsung di aula SMP 2 Kudus, (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Sebanyak 3 calon kepala TK, 3 calon kepala SMP, 50 calon kepala SD dan 8 calon pengawas SD di Kudus mengikuti mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) di aula SMP 2 Kudus, Selasa (21/9/2021).

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora)Kudus, Harjuna Widada menjelaskan jika kegiatan diklat bekerjasama antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS Solo dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI.

Kegiatan diklat yang dilakukan secara zoom meeting ini juga dikuti oleh para calon kepala sekolah dan pengawas sekolah dari lima kabupaten yakni Kudus, Pati, Karanganyar, Purbalingga serta Bojonegoro (Jatim). Diklat ini juga dihadiri oleh masing – masing Kepala Dinas Pendidkan dari masing – masing kabupaten yang ikut dalam zoom meeting tersebut. Diklat itu juga dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UNS Solo, Dr. Mardiyana, M.Si.

“Bila nanti mereka sudah lulus dan mendapatkan sertifikat, maka akan kami usulkan ke pak Bupati agar segera dilantik untuk menjadi pengawas dan kepala sekolah,” ujar Harjuna.

Sebelumnya dalam pelantikan yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu, untuk kepala SD ada sepuluh orang dan kepala SMP sebanyak  delapan orang. Lalu pengawas SMP sebanyak  tujuh orang dan pengawas TK satu orang.

Dia berharap, agar seluruh peserta diklat ini dapat lulus keseluruhan dan dapat dilantik menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah. Bila nanti mereka ini lulus dan dilantik pun, kebutuhan akan kepala SD masih kurang. Masih ada sekitar 100 SD yang belum ada kepala sekolahnya. Namun untuk pengawas SD bila delapan orang ini lulus, maka kebutuhannya sudah tercukupi.

Masih di tempat yang sama, Ketua PGRI Kudus, Ahadi Setiawan mengakui jika selama ini memang banyak para guru yang sebetulnya sudah memenuhi syarat untuk menjadi kepala sekolah SD khususnya tetapi ogah – ogahan.

Oleh sebab itu, lanjut Ahadi, pihaknya selalu mendorong dan memotivasi kepada anggotanya untuk bisa mengajukan diri menjadi kepala sekolah bila memang sudah memenuhi syarat.

“Kami selalu memberikan arahan dan memotivasi para guru anggota kami agar tidak ragu untuk mengajukan diri menjadi calon kepala sekolah, khususnya SD,” jelasnya.

Sementara itu Kabid Dikdas, Moh Zubaedi menambahkan bahwa untuk menjadi kepala sekolah harus memenuhi syarat secara administrasi termasuk mengikuti diklat.

Syarat untuk mendapatkan sertifikat terlebih dulu, adalah sebagai indikator mereka sudah memenuhi syarat dan memiliki kemampuan dalam manajerial. Sebelumnya mereka juga harus sudah memenuhi syarat, yakni  masa kerja dan pengalaman serta ikut seleksi administrasi dan substansi.

“Supaya diangkat menjadi kepala sekolah harus sudah ikuti diklat terlebih dahulu. Bukan diangkat sebagai kepala sekolah dulu baru ikut diklat,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :