Sekali Kencan Para PSK Mucikari BN Dibayar Rp 300 Ribu

oleh -1,174 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Polres Kudus berhasil membongkar jaringan bisnis prostitusi online di Kudus yang dilakukan mucikari BN (29) warga Kudus. Hal itu tak lepas dari laporan masyarakat tentang maraknya penawaran jasa PSK di media sosial facebook. Diberitakan sebelumnya tersangka BN ditangkap bersama dua PSK di salah satu hotel di Jati, Kudus, Senin (6/6).

CYMERA_20160618_152930

Saat gelar perkara kasus tersebut di Mapolres Kudus, Jumat (17/6) kemarin, tersangka mengaku sudah enam bulan menjalankan bisnis haram itu. Selama itu pula sudah ada puluhan wanita yang berhasil direkrut untuk dijadikan PSK. Rata-rata wanita yang direkrut berumur 20 – 29 tahun.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan, tersangka BN pada saat ditangkap sedang bersama dua orang PSK yakni SR (21) warga Kudus, dan SR (29) warga Grobogan. Ditemukan pula barang bukti hasil prostitusi uang sejumlah Rp 800 ribu.

Andy melanjutkan, berdasarkan pengakuan tersangka setiap kali melakukan transaksi dia mendapatkan jatah Rp 100 ribu. Sedangkan para PSK mendapat bayaran Rp 300 ribu sekali kencan. “Untuk biaya sewa hotel dan lainnya tanggung jawab tamu, tersangka terima bersih sejumlah itu,” ujarnya.

CYMERA_20160618_153002

Tersangka, lanjut Andy, juga mengaku para PSK yang direkrutnya kebanyakan warga Kudus sendiri, sebagian dari Grobogan dan kota sekitarnya. Menurutnya para wanita yang direkrut awalnya berkenalan dari facebook, dengan dalih iming- iming gaji besar akhirnya mereka luluh dan mau menjadi pekerja esek-esek.

“BN sangat aktif di dunia maya utamanya media sosial facebook. Selain untuk mencari pelanggan juga untuk mencari kenalan wanita yang mau dijadikan PSK,” kata Kapolres.

Selain itu tersangka BN saat ditanya alasan mereka (PSK, red) mau diajak bisnis prostitusi katanya selain iming-iming gaji besar, juga dikarenakan kebanyakan baru lulus sekolah atau pengangguran. Sehingga tergiur untuk mendapatkan uang banyak dengan cara instan.

Kini BN harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dijerat pasal 296 jo pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman, pasal 296 hukuman 1 tahun 4 bulan penjara, dan 506 hukuman 1 tahun penjara. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :