Sekolah di Kudus Diizinkan Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

oleh -1,542 kali dibaca
Pembelajaran tatap muka yang sempat digelar di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kudus beberapa waktu lalu sebelum terjadi lonjakan kasus COVID-19. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Bupati HM Hartopo sudah memberikan lampu hijau kepada dunia pendidikan di Kudus untuk bisa melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas namun dengan melaksanakan simulasi terlebih dahulu.

Angin segar itu nampaknya mulai menghiasi dunia pendidikan di Kudus. Pasalnya, Kudus saat ini untuk kasus Covid-19 sudah mulai menunjukkan penurunan yang signifikan. Bahkan Kudus kini sudah masuk dalam wilayah zona kuning.

Hal itu dikatakan Bupati Kudus HM Hartopo yang sekaligus ketua Satgas Penanganan Covid-19 saat ditemui usai upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 76 dihalaman pendopo, Selasa (17/8/2021).

“Melalui Inmendagri nomor 34 Tahun 2021 memang membolehkan bagi kabupaten/kota yang berzona kuning sudah bisa melakukan PTM tatap muka dengan pembatasan 50% siswa yang masuk. Namun dalam instruksi gubernur masih belum membolehkan PTM. Alasannya, karena di Jawa Tengah untuk kasus Covid-19 masih tinggi. Tidak terkecuali di Kudus,” paparnya.

Hartopo mengatakan, Khusus Kudus diberikan kelonggaran untuk dilakukan simulasi PTM terbatas. Tidak hanya dibidang pendidikan saja, tetapi untuk usaha wisata kami persilakan supaya dilakukan simulasi terlebih dahulu.

Sebelumnya dalam rapat koordinasi antara gubernur dengan bupati/walikota sinyal itu sudah diberikan tetapi sementara untuk simulasi terlebih dahulu,” kata Hartopo,

Hartopo juga berpesan agar nantinya dalam pelaksanaan simulasi PTM terbatas supaya benar – benar diperhatikan untuk layout dan mapingnya.Yakni mulai siswa masuk sekolah hingga pembelajarannya sampai siswa pulang harus dikoordinasikan dengan baik. Begitu pula sarana dan prasarana prokesnya.

“Guru memang harus kerja keras untuk pelaksanaan simulasi PTM terbatas ini. Siswa yang masuk juga harus diatur karena sesuai dengan Inmendagri kan harus 50%. Sehingga bisa dibagi antara siswa yang masuk pagi dan siang hari. Sekolah juga harus membentuk tim satgas untuk memantau siswa – siswinya,” ujar Hartopo.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Harjuna Widada ketika dikonfirmasi hal ini mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Korwil. Namun sebelumnya pihaknya akan berkoordinasi dan mengirimkan surat terlebih dahulu kepada Ketua Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus.

“Secara sarana dan prasarana seluruh sekolah sudah siap mas bila dilakukan simulasi PTM terbatas. Bahkan pihak sekolah juga siap untuk membentuk tim satgas guna memantau siswa saat pelaksanaan simulasi PTM terbatas. Tapi kami akan mengirim surat terlebih dahulu ke pak Bupati selaku ketua Tim Satgas Covid -19 Kabupaten Kudus,” paparnya. (AJ/YM) 

KOMENTAR SEDULUR ISK :